xinjiangUrumqi, LiputanIslam.com — Cina menjatuhkan hukuman terhadap 55 tersangka terorisme, separatisme dan pembunuhan, Rabu (28/5). Demikian laporan kantor berita Cina.

Para terpidana yang kesemuanya berasal dari etnis muslim Uighur, dihadirkan dalam persidangan yang digelar di dalam stasiun yang disaksikan oleh 7.000 penonton. Tiga di antara terpidana dijatuhi hukuman mati

Para terpidana itu dibawa dengan truk ke dalam stasiun di kota Yili, Provinsi otonom Xinjiang, Selasa (27/5). Penduduk dan para pejabat lokal turut menyaksikan persidangan massal itu.

Xinjiang adalah provinsi yang mayoritas (45%) penduduknya orang-orang muslim Uighur, di samping orang-orang suku Han (40%). Kota Yili sendiri terletak dekat perbatasan dengan negara tetangga Kazakhstan.

Tiga terdakwa hukuman mati dituduh telah melakukan pembunuhan secara biadab terhadap satu keluarga, tahun lalu. Namun tidak ada keterangan lebih rinci tentang kasus-kasus yang menimpa terpidana tersebut sebagaimana dilaporkan media-media Cina.

Pelaksanaan pengadilan terbuka ini tampak sebagai pesan politik pemerintah Cina yang tengah menghadapi konflik berkepanjangan dengan kelompok-kelompok militan Uighur yang menuntut pemisahan diri dari Cina. Dalam beberapa bulan terakhir kelompok ini telah melakukan beberapa serangan berdarah.

Minggu lalu sebuah serangan di sebuah pasar yang ramai pengunjung di ibukota Provinsi, Urumqi, telah menewaskan 39 orang. Polisi telah menahan seorang tersangka sementara 4 tersangka lainnya tewas dalam serangan itu. Polisi pun langsung mengumukan operasi anti-terorisme selama setahun di seluruh Cina terutama di Xinjiang.(ca/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL