japanese-warshipBeijing, LiputanIslam.com — Cina mengingatkan Jepang untuk tetap menjalankan politik luar negeri yang ‘pasif’ dan damai. Hal ini terkait dengan rencana Jepang untuk mengijinkan pemberian bantuan logistik kepada sekutunya dalam konflik bersenjata di luar negeri.

Beijing berharap Jepang akan “menjalankan sikap yang tepat, tetap dengan posisi dan pernyataan-pernyataan termasuk ‘Pernyataan Muraya’ Kami juga berharap Jepang akan tetap berada di jalur damai,” kata Cheng Yonghua, Dubes Cina di Jepang, kepada China Daily seperti dikutip Russia Today, Jumat (13/3).

‘Pernyataan Muraya’ adalah pernyataan politik yang dilakukan oleh Perdana Menteri Jepang Tomiichi Murayama tahun 1995, dimana ia meminta ma’af kepada negara-negara tetangga Jepang akibat tindakan Jepang selama Perang Dunia II.

Yonghua menyebutkan rencana baru Jepang itu akan menimbulkan luka baru bagi rakyat Asia atau seperti menaburkan garam di luka yang belum kering.

Rencana baru Jepang itu akan dibahas dalam pertemuan antara partai penguasa Liberal Democratic Party dan koalisi pendukungnya Komeito minggu ini.

Dalam rencana baru ini, unit-unit militer Jepang boleh dikirimkan ke luar negeri untuk membantu misi-misi internasional atas mandat PBB, atau atas kehendak sekutu-sekutunya AS dan Inggris, atau organisasi-organisasi internasional non-PBB seperti Uni Eropa.

Perdana Menteri Shinzo Abe secara tegas telah memberikan signal untuk meninggalkan kebijakan luar negeri yang pasif sejak menduduki jabatannya. Pada tahun 2014 kabinet Abe menyatakan oposisinya atas konstitusi yang melarang pengiriman misi militer ke luar negeri, yang telah diundangkan sejak tahun 1947.

Bulan Januari lalu Jepang juga menyetujui belanja militer terbesar dalam 70 tahun, senilai $42 miliar atau lebih dari Rp 500 triliun. Anggaran ini akan mulai berlaku pada bulan April.

Awal bulan ini Abe juga mengumumkan rencana pembentukan jaringan inteligen internasional yang meniru model jaringan inteligen Inggris MI6.

“Pada masa dimana kita tidak tahu kapan atau dimana warga Jepang tinggal akan menghadapi bahaya , kita perlu mendapatkan lebih banyak informasi internasional,” kata politisi pendukung Abe, Takeshi Iwaya kepada Reuters baru-baru ini.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*