china organt harvestingBeijing, LiputanIslam.com — Cina menyatakan akan mulai menghentikan praktik “panen” organ manusia dari tahanan-tahanan yang dihukum mati, tanggal 1 Januari 2015 mendatang. Demikian media resmi pemerintah Cina melaporkan sebagaimana dikutip BBC News, Kamis (4/12).

Ini adalah janji pemerintah Cina yang ke-sekian kalinya tentang penghentian praktik yang mendapatkan kecaman internasional ini. Tahun lalu pemerintah Cina juga berjanji akan menghentikan praktik ini pada bulan bulan November 2013.

Tahanan hukuman mati telah lama menjadi sumber utama suplai organ tubuh manusia untuk transplantasi di Cina. Namun di Cina, praktik ini dilakukan dengan tanpa persetujuan terpidana dan keluarganya. Sementara donatur sukarela sangat sulit ditemukan di Cina karena masalah budaya.

Berbagai sumber internal Cina menyebutkan sekitar 2/3 sumber transplantasi manusia berasal dari para tahanan yang dihukum mati.

Selama bertahun-tahun Cina menyangkal telah melakukan praktik tidak terpuji itu dan baru mengakuinya beberapa tahun lalu.

Cina menjadi negara yang paling banyak menghukum mati tahanan dibandingkan negara-negara lain di dunia dijadikan satu. Pada tahun 2013 saja Cina menghukum mati 2.400 tahanan, demikian menurut laporan kelompok pengamat hak-hak narapidana Cina yang berbasis di AS, Dui Hua.

Pada hari Kamis (4/12) media pemerintah Cina melaporkan bahwa Ketua Komisi Donasi Organ Manusia Huang Jiefu mengatakan bahwa mulai 1 Januari 2015, hanya organ-organ tubuh manusia dari sukarelawan saja yang akan diambil.

Saat ini terdapat 38 pusat transplantasi organ manusia di seluruh Cina termasuk di organ transplant centres around the country, including those in Beijing, Guangdong dan Zhejiang, yang telah menghentikan prakti pengambilan organ manusia dari tahanan.

Dr Huang, dalam sebuah seminar yang digelar pemerintah mengatakan bahwa setiap tahun sebanyak 300.000 orang di Cina membutuhkan transplantasi organ, namun hanya 10.000 operasi yang bisa dilakukan.

Pada tahun 2006, Dr Huang mengakui bahwa Cina harus mengurangi ketergantungannya pada organ tubuh tahanan. Ia mengulangi seruannya lagi tahun 2009, ketika mengumumkan pendirian jaringan nasional donasi organ manusia.

Terakhir pada tahun 2012 Dr Huang kembali mengumumkan melalui media pemerintah bahwa praktik pengambilan organ manusia dari tahanan akan berhenti dalam beberapa tahun.

Pada tahun 2012 sebuah jajak pendapat yang digelar di kota Guangzhou, Cina selatan, mengungkap fakta bahwa 79% penduduk Cina menganggap donasi organ tubuh adalah “mulia”. Namun sebanyak 81% responden percaya donasi sukarela organ tubuh manusia hanya akan meningkatkan perdagangan ilegal organ tubuh manusia.

Cina termasuk negara dengan tingkat partisipasi donasi organ tubuh manusia yang rendah pada tingkat 0,6 per-sejuta penduduk. Jauh dibandingkan dengan Spanyol, misalnya, yang memiliki tingkat partisipasis mencapai 37 per-sejuta penduduk.

“Selain kepercayaan tradisi, salah satu penghambat utama program donasi organ manusia kami adalah bahwa masyarakat meragukan program transplantasi berjalan jujur dan transparan,” kata Dr Huang.

Amnesty International menyebut langkah Cina ini sebagai “langkah positif dalam catatan HAM Cina”, meski masih banyak tantangan terjadi.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL