keluarga cinaBeijing, LiputanIslam.com — Cina secara resmi mencabut kebijakan ‘satu anak’ yang telah bertahan selama 36 tahun, mengijinkan setiap pasangan untuk memiliki anak kedua.

Seperti laporan Press TV, Ahad (27/12), legislatif Cina mengesahkan undang-undang baru yang mengijinkan semua pasangan untuk memiliki dua orang anak. Undang-undang yang dicanangkan oleh Partai Komunis pada bulan Oktober itu selanjutnya akan mulai berlaku pada 1 Januari mendatang.

Dengan undang-undang itu pemerintah Cina bermaksud untuk mengatasi masalah demografi, yaitu tingginya angka ketergantungan kelompok orang tua, serta merosotnya tenaga kerja.

Menurut estimasi PBB, pada tahun 2050 mendatang Cina akan memiliki 440 juta penduduk yang berusia di atas 60 tahun. Sementara usia produktif antara 15 dan 59 tahun turun sebesar 3,71 juta pada tahun lalu saja. Diperkirakan kecenderungan ini akan berlanjut jika tidak dilakukan perubahan kebijakan demografi.

Dengan jumlah penduduk saat ini mencapai 1,35 miliar, Cina menerapkan kebijakan satu anak pada tahun 1979 untuk mencegah pertumbuhan penduduk yang tidak terkontrol. Namun langkah itu tidak populer di mata publik dari waktu ke waktu. Meski demikian pemerintah mengklaim kebijakan ini telah mencegah kelahiran 400 juta jiwa yang memungkinkan pertumbuhan ekonomi Cina yang signifikan.

Selama beberapa tahun terakhir Cina telah melonggarkan kebijakan satu anak ini, dengan mengijinkan pasangan-pasangan dari etnis minoritas dan pasangan di pedesaan yang anak pertamanya adalah perempuan, untuk memiliki anak kedua. Kemudian, sejak 2013, pemerintah mengijinkan pasangan yang salah satunya adalah anak tunggal, untuk memiliki anak kedua.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL