nanjingBeijing, LiputanIslam.com — Cina untuk pertama kalinya menggelar upacara resmi pertama peringatan peristiwa “Pembantaian Nanjing” akhir pekan kemarin. Hal ini menandakan hubungan Cina dengan Jepang yang memburuk.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Presiden Cina Xi Jinping menjadi pemimpin upacara tersebut yang digelar di Nanjing, Sabtu (13/12).

Cina mengklaim sebanyak 300.000 warganya menjadi korban kekejaman tentara Jepang dalam peristiwa yang terjadi tahun 1937 itu. Sementara Jepang membantah klaim itu.

Dalam upacara itu Presiden Xi mengatakan kepada korban yang selamat dan keluarga korban yang meninggal dalam peristiwa itu mengatakan bahwa “membantah” kebenaran peristiwa itu berarti sama dengan mengulangi kejahatan yang sama. Sangat jelas hal itu ditujukan kepada Jepang.

Meski demikian, Xi mengatakan bakwa peringatan tersebut ditujukan untuk menciptakan perdamaian dan tidak untuk memperpanjang kebencian.

Hubungan antara Cina dengan Jepang tengah memanas akhir-akhir ini. Keduanya telah terlibat konflik kepemilikan beberapa pulau di Laut Cina. Cina juga mengecam langkah pemerintah Jepang yang masih menghormati orang-orang yang oleh Cina dianggap sebagai penjahat perang.

Peringatan ini adalah bagian dari 3 hari libur baru yang dimaksudkan untuk menandai konflik antara Cina dengan Jepang.

Dalam upacara itu sekitar 10.000 orang hadir, termasuk para korban yang selamat dalam peristiwa itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL