pltu_babel_berkapasitas_2_x_30_mwMedan, LiputanIslam.com — Cina melakukan investasi senilai $2 miliar di Sumatera Utara (Sumut) yang akan dituangkan ke dalam pengerjaan 12 proyek. Demikian keterangan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho saat menerima kunjungan Konsul Jendral Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Sumatera Utara yang baru, Zhu Honghai, akhir pekan lalu.

Gatot pun atas nama pemerintah dan masyarakat mengucapkan selamat datang dan mengungkapkan kegembiraan atas kehadiran Zhu sebagai Konjen Baru RRC di Sumut.

“Semoga hubungan kerja sama semakin baik dan meningkat ke depannya,” katanya didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan Hasiholan Silaen dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jumsadi Damanik.

Selama dua tahun kehadiran Kantor Konsulat Jenderal Cina di Medan, hubungan dengan Provinsi Sumut semakin erat. Dia juga mengharapkan adanya peningkatan kualitas hubungan Provinsi Bersaudara Sumut dan Guangdong.

Dalam kesempatan itu Zhu mengungkapkan Sumatera Utara merupakan tujuan investasi yang cukup menarik bagi pebisnis asal negeri tirai bambu tersebut. Saat ini terdapat 12 proyek investasi perusahaan Cina di Sumut dengan jumlah investasi berkisar $2 miliar.

“Saya yakin proyek ini berjalan lancar dan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Sumut serta mendorong peningkatan hubungan antar dua daerah,” ujar Zhu.

Dia juga meyakinkan menjadi tugasnya sebagai Konjen untuk menjembatani kelancaran hubungan Tiongkok dan Sumut. Proyek yang sedang berjalan tersebut di antaranya adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Pangkalan Susu Tahap I  dan dilanjutkan pembangunan Tahap II, dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Kawasan Industri Medan. Cina juga terlibat dalam pembangunan PLTA Asahan I dan tertarik untuk pembangunan PLTA Asahan tahap III.

Selain itu, investor asal Tiongkok juga berinvestasi pada perusahaan pabrik baja di Mabar senilai $160 juta.

Zhu juga merinci proyek lain yang melibatkan Tiongkok yaitu pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi bekerja sama dengan perusahaan PT Hutama Karya (BUMN) dengan investor Cina, yaitu China Harbour Engineering Co Ltd dan China State Construction Engineering Co Ltd.

Konjen RRT ini juga menjelaskan ada beberapa perusahaan yang sedang menjajaki untuk berinvestasi dalam pembangunan pelabuhan laut Kualatanjung.

“Sudah mulai pembahasan untuk terlibat membangun pelabuhan yang besar Kualatanjung. Selain itu, banyak perusahaan Tiongkok juga tertarik pada Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei dan mereka ingin berinvestasi,” ujar Zhu.(ca/medanbisnis)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*