China_insurgent_attacksBeijing, LiputanIslam.com — Satu orang tewas dan puluhan orang lainnya terluka dalam serangkaian ledakan bom di luar kantor Partai Komunis China di Tainanyun, Provinsi Shanxi, Rabu kemarin (26/3).

Ledakan bom itu hanya berlangsung beberapa hari setelah tabrakan mobil ke kerumunan turis yang disebut sebagai “serangan teroris” di Lapangan Tiananmen, Beijing. Polisi belum memberikan keterangan mengenai motif ledakan tersebut. Ledakan itu sepertinya menjadi pesan bagi para petinggi Partai Komunis yang akan bertemu di Beijing pada akhir pekan ini untuk memulai rapat perencanaan ekonomi.

“Beberapa ledakan terjadi disebabkan bom kecil yang ditelakkan di dekat Kantor Komisi Provinsi Partai Komunis di Taiyuan,” ungkap polisi lokal yang dikutip dalam beberapa akun media sosial.

Kantor berita Xinhua menyebutkan, delapan ledakan terdengar sejak pukul 07.40 waktu setempat (06.40 WIB). Satu orang dipastikan tewas akibat ledakan bom tersebut. Sementara, sedikitnya delapan orang mengalami luka-luka dan satu orang menderita luka berat. Akibat ledakan itu, dua mobil di lokasi kejadian juga rusak parah. Di lokasi ledakan, polisi menemukan beberapa peralatan peledak yang menggunakan papan sirkuit elektronik.

Menariknya, polisi juga menemukan pecahan logam dan paku dalam paket bom itu yang kemungkinan ditujukan untuk melukai banyak orang. Berdasarkan efek ledakan dan sisa alat peledak, polisi mengindikasikan bahwa bom tersebut merupakan bom rakitan. Polisi menyebutkan, bom itu disembunyikan di dekat pot bunga. Namun, dua saksi mata menyebutkan bahwa mereka melihat sebuah mobil meledak dan membuat puing-puingnya terlempar ke berbagai arah.

“Para saksi mata menyebutkanadatujuhledakanbomselama beberapa menit. Ledakan itu sangatkeras,” demikian keterangan perusahaan media, Caixin. Ledakan bom itu dapat dirasakan sampai 100 meter dari lokasi kejadian. Banyak saksi yang mengungkapkan bahwa ledakan itu juga mengakibatkan guncangan dahsyat. Sementara, Wali Kota Shanxi kemarin langsung menggelar rapat darurat membahas ledakan bom dan membahas langkah antisipasi keamanan. Otoritas keamanan di China kemarin langsung meningkatkan keamanan di lokasi-lokasi yang strategis.

Mereka tidak ingin insiden serupa terjadi di lokasi lainnya. Sebelumnya, pada Senin (28/10), sebuah mobil menabrak kerumunan orang di Lapangan Tiananmen, menewaskan dua turis dan melukai puluhan orang lainnya. Tiga orang yang ada di dalam mobil juga tewas setelah mobil tersebut meledak. Otoritas menyebut insiden tersebut sebagai aksi terorisme yang dilaksanakan gerilyawan Uighur di Provinsi Xinjiang.

Ada juga pihak yang mengaitkan ledakan bom tersebut dengan aksi demonstrasi 200 pekerja pada pekan lalu di lokasi tersebut. Banyak warga China yang kerap menentang pemerintah harus berakhir di penjara. Ketika mereka mengajukan gugatan hukum tidak akan dilayani karena sistem yang korup dan semuanya dipolitisasi. Sebenarnya ledakan bom di China merupakan hal yang tidak lazim.

Apalagi, negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu sangat memperhatikan isu keamanan dan stabilitas. Namun, isu kesenjangan yang sangat lebar antara kaya dan miskin, serta sentimen negatif mengenai korupsi dan isu lingkungan, kerap menjadi kekecewaan sebagian rakyat China.(ca/koran-sindo.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL