warga cina di hongkongBeijing, LiputanIslam.com — Cina akan menghentikan kebijakan pemberian visa berulang kepada warga Shenzhen, untuk masuk ke wilayah Hongkong. Langkah ini dilakukan untuk untuk mengurangi praktik ‘mencari untung’ warga Cina yang datang ke Hongkong untuk berbelanja barang-barang yang lebih murah.

Warga Shenzhen kini hanya bisa masuk ke Hongkong sekali seminggu dan tinggal tidak lebih dari seminggu. Demikian BBC News melaporkan, Senin (13/4).

Para pejabat Hong Kong mengatakan 47 juta kunjungan dilakukan oleh warga Cina ke Hongkong tahun 2014 lalu. Sekitar 10 persen dari jumlah itu dilakukan oleh warga yang masuk ke Hongkong lebih dari sekali dalam seminggu. Sebagian dari mereka adalah warga dari wilayah Shenzhen.

Karena Hongkong membebaskan pajak penjualan, harga barang-barang di HOngkong lebih rendah dan itu dimanfaatkan warga Cina untuk memborong barang-barang di Hongkong untuk dijual di Cina.

Dalam beberapa bulan terakhir muncul kemarahan publik Hongkong atas praktik-praktik ilegal tersebut, terkadang diwarnai dengan perkelahian antara warga Hongkong dengan pendatang dari Cina di pusat-pusat perbelanjaan.

Mengutip keterangan seorang pejabat Cina, kantor berita Xinhua, Senin (13/4), menyebutkan bahwa peraturan itu akan segera diberlakukan, tanpa menyebutkan tanggalnya.

Kepala Eksekutif (Gubernur) Hongkong CY Leung menyambut baik langkah pemerintah Cina itu, mengatakan hal itu telah menjadi pembahasan antara otoritas Hongkong dengan pemerintah Cina pada bulan Juni 2014 lalu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL