pulau cinaManila, LiputanIslam.com — Cina dikabarkan tengah membangun beberapa pulau di wilayah sengketa di Laut Cina. Diduga pembangunan itu untuk memperkuat posisi Cina pada kawasan yang diklaimnya.

Sebagaimana dilaporkan oleh BBC News, Selasa (9/9), Cina telah mereklamasi setidaknya dua gugusan karang menjadi pulau-pulau di kawasan Kepulauan Spratly, yaitu gugusan karang Gaven Reef dan Johnson South Reef. Selanjutnya di atas pulau baru hasil direklamasi itu dibangun pos penjagaan bangunan-bangunan lain.

“Itu seperti pulau. Tidak mungkin. Saya lihat di GPS, tidak ada tanda pulau di sini, hanya gugusan karang yang tenggelam di bawah laut. Namun mata saya tidak mungkin menipu!”

Demikian tulis wartawan BBC dalam laporan itu, setelah melihat pulau baru dengan bangunan di atasnya di atas gugusan karang Gaven Reef. BBC mengklaim sebagai media pertama yang melaporkan dan mendokumentasikan keberadaan pulau-pulau baru itu.

Menurut laporan itu, berdasarkan keterangan Angkatan Laut Filipina, proyek reklamasi itu telah dimulai sejak awal tahun 2014. Jutaan ton pasir dan batu telah dikeruk dari dasar laut di sekitarnya untuk menimbun gugusan-gugusan karang itu menjadi pulau-pulau baru.

Dari bentuk bangunan yang sudah berdiri, BBC memperkirakan pulau baru itu digunakan sebagai fasilitas pengolahan migas. Di salah satu pulau baru itu bahkan mulai dibangun pangkalan udara. Diyakini, Cina juga tengah membangun pulau-pulau baru di lima gugusan karang di Kepulauan Spratly.

Jubir Kemenlu Filipina Charles Jose menuduh Cina telah melakukan langkah ekspansif dan pembangunan pulau-pulau tersebut sebagai “hal yang tidak patut”.

Selain Cina, Kepulauan Spratly juga diklaim oleh Vietnam, Filipina, Taiwan, dan Malaysia. Seiring dengan isu keberadaan sumber migas di kawasan itu, masih-masing negara itu mengukuhkan klaimnya dengan berbagai aksi, namun Cina, yang relatif terlambat dalam “perebutan” itu, tampak paling agresif beberapa tahun terakhir ini.

Dan karena keterlambatananya, Cina hanya bisa menguasai secara “de facto” gugusan karang Johnson South Reef. Itupun setelah melalui pertempuran sengit dengan Vietnam tahun 1988 yang menewaskan 70 tentara Vietnam yang membuat Vietnam tidak pernah memaafkan Cina.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL