satelit cinaBeijing, LiputanIslam.com — Kegagalan Cina, sejauh ini, untuk menemukan pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang tgl 8 Maret lalu telah memicu Cina untuk memacu pengembangan “jaringan monitor global” yang didukung satelit-satelit modern. Demikian laporan South China Morning Post baru-baru ini.

Cina saat ini telah memiliki sejumlah satelit di orbit bumi, namun sebagian besar berfokus pada wilayah sekitar Cina. Jumlah satelit itu sendiri menjadi rahasia negara.

“Jika saja kami memiliki jaringana monitor global hari ini, kami tidak akan melakukan pencarian dalam kegelapan. Kami memiliki kesempatan lebih besar untuk menemukan pesawat itu (MH370) dan melacaknya hingga ke posisi terakhirnya. Rencana ini dibuat untuk meningkatkan kemampuan monitor kami,” kata Profesor Chi Tianhe, peneliti di Chinese Academy of Sciences Institute of remote Sensing and Digital Earth, kepada South China Morning Post.

Setelah pesawat Boeing 777 Malaysia Airlines hilang, Chinese Academy of Engineering mengirim surat kepada para pejabat tinggi Cina untuk memulai proyek jaringan global satelit pengamat. Dan jika disetujui, proyek ini akan membutuhkan waktu selama 2 tahun dengan biaya yang tidak sedikit. Satu satelit, kata Prof. Chi, membutuhkan biaya sekitar $64 juta atau sekitar Rp650 miliar untuk membuatnya. Secara total, proyek ini diperkirakan membutuhkan biaya sekitar 20 miliar yuan atau sekitar $3,2 miliar.

Menurut perkiraan lembaga Union of Concerned Scientists di Amerika, saat ini diperkirakan terdapat sekitar 1.000 satelit di luar angkasa. Sumber-sumber lain menyebut angkanya mencapai 3.000 satelit aktif ditambah jumlah yang sama satelit yang tidak lagi aktif. Sebagian besar satelit itu berfungsi sebagai alat komunikasi dan hanya sekitar 150 satelit yang khusus sebagai satelit obervasi, remote sensing dan mata-mata militer.

Professor Liu Yu dari Peking University of Earth and Apace Sciences, percaya bahwa dengan proyek baru tersebut Cina akan mengalami perubahan besar di bidang pengamatan luar angkasa.

“Layanan observasi bumi saat ini didominasi oleh Amerika dan Uni Eropa, namun jika Cina meluncurkan 50 satelit untuk menangani hal ini, seluruh perimbangan akan berubah,” kata Prof. Liu.

Namun Cina masih menghadapi beberapa masalah lain, misalnya saja pusat-pusat angkasa luar Cina di Jiuguan, Taiyuan dan Xichang masih bercampur dengan fungsi lain, seperti penerbangan manusia dan rencana eksplorasi bulan.

Saat ini Cina rata-rata meluncurkan 15 satelit setiap tahun.(ca/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL