Chilean deputies and senators of Palestinian origin went to the Foreign Ministry on Monday to demand a stronger position against Israel regarding its actions in the Gaza Strip. Foto: World Buletin

Chilean deputies and senators of Palestinian origin went to the Foreign Ministry on Monday to demand a stronger position against Israel regarding its actions in the Gaza Strip.
Foto: World Buletin

Santiago, LiputanIslam.com – Agresi militer Israel ke Palestina berimbas buruk  terhadap hubungan diplomatik Israel-Chili. Melihat langsung kebiadaban Tentara Zionis Israel dalam melancarkan agresi militernya kepada Palestina, Chili pun seketika menghentikan negosiasi  Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) dan mempertimbangkan untuk menarik duta besarnya untuk Tel Aviv sebagai wujud protes.

Kelompok Chilean-Palestinian Parliamentary, kepada Hispan TV melaporkan bahwa pemerintah Chili juga akan mengecam agresi Israel melalui Dewan Keamanan PBB setelah mengadakan pertemuan dengan Kementrian Luar Negeri Chili, Heraldo Munoz.

Dari laporan World Buletin, 17 Juli 2014, Deputi Chili dan senator asal Palestina menemui Kementerian Luar Negeri Chili  untuk menuntut sikap tegas terhadap Israel sebagai konsekuensi tindakan brutal Israel yang membunuhi warga sipil di Jalur Gaza.

Sampai hari ini, korban jiwa sudah mencapai angka 325 orang, berdasarkan data ini anggota Parlemen Chili menuntut pemerintah  untuk segera mengambil sikap terhadap Israel.

Pekan lalu, pemerintah Chili yang dipimpin Michelle Bachelet telah mengutuk agresi Israel. Sedangkan para aktivis kemanusiaan di negara itu menyerukan boikot terhadap Israel sebagai reaksi atas pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel kepada rakyat Palestina. Mereka juga berharap, agar langkah yang diambil Chili akan segera diikuti oleh negara-negara lain di dunia.

Sejak 7 Juli 2014, Israel telah menggempur Jalur Gaza, yang merupakan wilayah pemukiman bagi 1,8 juta warga Palestina. Israel melakukan serangan dari jalur udara dan laut, memborbadir rumah-rumah penduduk hingga luluh lantak. Dari laporan PBB, 40.000 warga Palestina telah kehilangan rumahnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL