awak redaksi charlieParis, LiputanIslam.com — Majalah satire Charlie Hebdo kembali mengundang kontroversi dengan menampilkan gambar kartun Nabi Muhammad dalam edisi terbarunya.

Sebagaimana dilansir BBC News, dalam edisi terbaru Charlie Hebdo itu ditampilkan gambar kartun Nabi Muhammad memegang tanda bertuliskan “I am Charlie”, di bawahnya tulisan “all is forgiven”.

Pengacara majalah itu, Richard Malka mengatakan kepada sebuah radio Perancis bahwa hal itu untuk menunjukkan bahwa para staff Charlie Hebdo tidak menyerah terhadap terorisme.

Minggu lalu 2 orang bersenjata menyerang kantor majalah itu dan menewaskan 10 awak redaksinya dan 2 personil polisi. Namun para pengamat menyebut insiden itu sebagai “serangan bendara palsu” untuk mewujudkan agenda zionisme setelah parlemen Perancis mendesak pemerintah untuk mengakui negara Palestina.

“Sejak kapan teroris membawa ID card dalam aksinya?” tulis Gilad Atzmon, penulis dan pengamat yahudi terkenal asal Inggris dalam blognya, menyindir ditemukannya ID card milik teroris di lokasi serangan.

Setelah insiden serangan itu sebuah aksi penyanderaan terjadi di sebuah supermarket kosher milik orang-orang yahudi, menewaskan 4 orang sandera. Polisi akhirnya berhasil menembak mati para pelaku penyerangan.

Pada tahun 2011 mejalah ini menuai kontroversi setelah menampilkan gambar kartun Nabi Muhammad.

Kepada radio Perancis, Richard Malka mengatakan: “Kami tidak akan menyerah. Semangat ‘I am Charlie’ berarti bebas untuk mengejek.”(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*