Sumber: Tribunnews

Jakarta, LiputanIslam.com — Car Free Day atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di sejumlah ruas jalan di Jakarta yang sudah dilaksanakan selama 17 tahun belum mampu memperbaiki kualitas udara di wilayah DKI Jakarta.

“Car Free Day memang belum berhasil meningkatkan kualitas udara secara keseluruhan. Karena belum membangun karakter masyarakat Jakarta untuk meninggalkan kendaraan bermotornya,” kata inisiator Car Free Day DKI Jakarta Ahmad Safrudin saat ditemui dalam perayaan Car Free Dayke-17 di Spot Budaya Taman Dukuh Atas, Jakarta Selatan, Minggu (22/9).

Polusi Jakarta paling banyak disumbangkan dari kendaraan bermotor, yaitu sepeda motor dan mobil menyumbangkan porsi polusi terbesar di Jakarta, yaitu sebanyak 60 persen.

Puput mengharapkan selain kesadaran masyarakat untuk meninggalkan kendaraan bermotor, pemerintah juga lebih memperhatikan fasilitas umum bagi pejalan kaki terutama di daerah-daerah yang bukan jalan protokol.

“Fasilitas pejalan kaki, jangan hanya di kawasan Monas, Menteng dan Kebayoran baru. Tiap dua tahun sekali dibongkar dipercantik lagi. Tapi kenapa yang di Rawa Belong, Rawasari, kenapa tidak dilakukan itu,” ujar Puput.

Ia berharap pemerintah tidak perlu mempercantik trotoar dengan menambahkan pot-pot berukur besar namun lebih memperhatikan fungsi dari trotoar agar tetap nyaman digunakan oleh semua orang.

Sementara itu, Manager Kampanye Perkotaan dan Energi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Dwi Sawung menjelaskan CFD selama ini hanya bermanfaat untuk sarana rekreasi olahraga saja. Acara itu tak membawa dampak signifikan pada pengurangan polusi udara dan bahkan malah menambah masalah baru, yakni menghasilkan sampah yang jumlahnya tidak sedikit.

“Kalau dampaknya pada pengurangan emisi, kecil sekali. Kalau mau CFD-nya lebih luas lagi,” kata Sawung.

Lebih lanjut, Sawung menyarankan agar pelaksanaan CFD tak hanya hari Minggu saja. Sebab hal itu seolah membuat CFD bersifat event saja. Ia menyarankan CFD dilaksanakan mengikuti kadar tingkat emisi udara.

Baca juga: Kamis Pagi, Peringkat Kualitas Udara Jakarta Turun ke Posisi Tujuh

“Jadi car free day berdasarkan kondisi emisi saja, seperti di Paris,” kata Sawung.

CFD pertama kali diinisiasi di Jakarta pada 22 September 2002. Saat itu tujuan dari CFD adalah mengurangi ketergantungan masyarakat pada penggunaan kendaraan bermotor dalam beraktivitas, sehingga polusi udara dapat berkurang. (Ay/Antara/Tempo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*