ceo malaysia airKualalumpur, LiputanIslam.com — Presiden baru maskapai penerbangan Malaysia Airlines menyebut maskapai penerbangan yang dipimpinnya ‘secara teknis telah bangkrut’.

Hal itu dikatakannya saat menyampaikan rencana restrukturisasi perusahaan itu, salah satunya dengan memberhentikan 6.000 pekerja. Demikian seperti dilaporkan BBC News, Senin (1/5).

“Kami secara teknik telah bangkrut,” kata CEO Malaysia Airlines Christoph Mueller, kemarin.

Mueller, yang diangkat sebagai CEO bulan lalu, menyebut kesulitan keuangan telah melanda perusahaan itu jauh sebelum 2 peristiwa tragis kecelakakaan pesawat nomor penerbangan MH370 dan MH17 tahun lalu yang menelan korban ratusan jiwa.

Persaingan ketat dengan maskapai-maskapai penerbangan sejenis di kawasan diduga kuat menjadi penyebab menurunnya kinerja keuangan Malaysia Airlimes, beberapa tahun sebelum musibah-musibah tersebut.

Malaysia Airlines MH370 yang menghilang dalam penerbangan antara Kualalumpur-Beijing bulan Maret 2014 bersama 239 penumpang dan awaknya, hingga saat ini belum ditemukan dan menjadi kecelakaan pesawat paling tragis dalam sejarah penerbangan.

Empat bulan kemudian, Malaysia Airlines MH17 tertembak jatuh di wilayah konflik di Ukraina timur. Sebanyak 298 penumpang dan awaknya tewas dalam kecelakaan ini, namun hingga saat ini belum diketahui siapa yang bertanggungjawab dalam insiden ini.

Ini adalan penampilan di depan umum Mueller pertama sejak ditunjuk sebagai CEO oleh Khazanah, perusahaan investasi milik pemerintah Malaysia yang menguasai saham Malaysia Airlines.

Sebelumnya ia pernah memimpin maskapai penerbangan Aer Lingus (Irlandia), Sabena (Belgia) dan Lufthansa (Jerman). Ia dikenal dengan julukan “the Terminator”, karena kegemarannya memecat karyawan demi ‘efisiensi’. Demikian BBC menyebutkan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL