LiputanIslam.com-Cendekiawan muslim Alwi Shihab menilai wacana NKRI bersyariah sangat tidak relevan di Indonesia yang terdiri atas beragam agama.

“Kalau kita mengatakan NKRI bersyariah maka berarti tidak inklusif, tidak mengajak seluruh komponen bangsa dari kelompok keagamaan yang lain,” kata Alwi Shihab dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (23/8).

Menurutnya, Indonesia telah memiliki Pancasila sebagai ideologi terbuka yang bisa mengayomi semua golongan agama.

“Sehingga kalau ada ide baru untuk menjadikan NKRI bersyariah maka seakan-akan kelompok Islam ingin mengesampingkan atau mengeluarkan kelompok nonmuslim dari negara ini,” tutur mantan ketua umum PKB sekaligus mantan menteri luar negri tersebut.

Ia menambahkan bahwa gagasan NKRI bersyariah yang merupakan hasil Ijtima Ulama IV jelas bertentangan dengan yang diinginkan oleh para pendiri bangsa ini. Agama mengajarkan untuk mencari titik temu di antara perbedaan, dan Pancasila adalah titik temu yang dirumuskan oleh pendiri bangsa ini.

Baca juga: Komarudin Hidayat: NKRI Bersyariah Hanya Pepesan Kosong

Sebelumnya, cendekiawan muslim Komarudin Hidayat pun menyebut wacana NKRI bersyariah sebagai pepesan kosong karena secara substansi syariat Islam telah dilaksanakan di negara ini.

“Jadi, kita harus kembali ke substansi. Jangan lagi ada label-label itu (bersyariah). Label itu hanya emosi saja itu. Itu (wacana NKRI bersyariah) pepesan kosong saja,” kata Komarudin dikutip dari siaran pers di Jakarta, Selasa (20/8). (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*