LiputanIslam.com – Demi mencegah bibit radikalisme, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag) meninjau ulang kurikulum pelajaran agama di sekolah.

“Kurikulum pendidikan agama kita memang perlu ditinjau secara radikal,” ungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi saat menghadiri acara pelatihan untuk mempromosikan toleransi dan multikulturalisme di Yogyakarta.

Baca Juga: Polwan Terindikasi Radikalisme Ditangkap

Ia menilai bahwa pelajaran agama di sekolah saat ini cenderung deterministik sehingga peserta didik hanya menilai agama yang dianutnya adalah yang paling benar dan lainnya tidak benar. Hal ini menyebabkan pandangan radikal di kalangan anak muda.

“Yang tertanam di kesadaran anak-anak didik sekarang hanya satu sisi, bahwa agama yang dianutnya paling benar dan lainnya salah,” lanjutnya.

Pandangan tersebut menimbulkan kesadaran radikal. Menurutnya, kesadaran toleransi harus dimasukkan dalam pelajaran. Misalnya ketika anak menganggap agamanya paling benar, orang lain yang beragama beda pun menganggap agamanya lah yang paling benar, sehingga kita harus saling menghargai. (Ay/Kompas).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*