pcnuProbolonggo, LiputanIslam.com–Pengurus Cabang Aswaja NU Center Kota Probolinggo, Ahad (29/11) pagi menggelar kajian dan diskusi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di Masjid Agung Raudlatul Jannah Kota Probolinggo. Kegiatan yang biasanya digelar di aula Kantor PCNU Kota Probolinggo ini diikuti oleh 500 orang peserta, tidak hanya Nahdliyin saja tetapi juga masyarakat umum.

Narasumber yang memberikan kajian adalah para pakar dari berbagai latar belakang. Seperti Dr. Ainurrofiq dari Jombang, Ustadz Agus Hasan Basori dari Malang, Ustadz Ahyat dan Ustadz Qusyairi Ismail dari Pondok Pesantren Sidogiri, Kraton Kabupaten Pasuruan.

Tema yang diangkat pada kajian ini adalah “Syiah Ancaman Bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Beberapa narasumber melontarkan klaim yang selama ini sering diulang-ulang terkait Syiah, seperti Al Quran yang berbeda dan adanya upaya ekspor revolusi dari Iran ke Indonesia sehingga berpotensi mengancam Republik Indonesia.

Dr. Ainur Rofiq al-Amin, dosen Fakultas Ushuludin IAIN Sunan Ampel Surabaya dalam kesempatan itu menyatakan, “Menyatakan bahwa Al Quran Sunni dan Syiah beda secara tak langsung bagaikan menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri. Karena, bukankah sudah disepakati ulama bahwa Al Quran itu terjaga, dan ada ayat inna nahnu nazzalna dzikra dan inna lahu lahaafidzuun… sesungguhnya Kami yang menurunkan Al Quran dan Kami-lah yang menjaganya.”

Selain itu, menurut Ainur, pernyataan ini berpotensi dimanfaatkan oleh orang Barat untuk mengkritik Islam yang ternyata sumber pokoknya, yaitu Al Quran, tidak disepakati oleh kaum Muslim sendiri.

Dalam mengomentari kekhawatiran bahwa Syiah akan mengancam NKRI, Ainur menyarankan perlunya dilakukan penelitian empiris, apakah benar kelompok-kelompok Syiah merencanakan aksi-aksi makar, sehingga tidak sekedar tuduhan. Namun demikian, Ainur mengingatkan bahwa Syiah bukan mazhab baru, melainkan sudah hadir di Indonesia sejak zaman pra-kemerdekaan, seperti diungkapkan dalam penelitian Abubakar Aceh.

Di bagian lain, Ketua PC Aswaja NU Center Kota Probolinggo Kyai Nizar Irsyad mengungkapkan bahwa kajian dan diskusi Aswaja ini dimaksudkan untuk memperkaya khazanah wawasan pengetahuan tentang Aswaja sehingga mampu membentengi diri dari paham di luar Aswaja.

“Di mana tujuan untuk memperkuat dan membentengi umat dari paham di luar Ahlussunnah wal Jamaah. Sebab saat ini sudah banyak paham-paham baru yang bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja),” ujarnya. (fa/nu-online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL