Paris, LiputanIslam.com—Dalam wawancara dengan channel televisi BFM pada minggu lalu, calon presiden Prancis Marine Le Pen menuai kontroversi dengan mengatakan bahwa “penjajahan [Prancis] telah memberikan banyak manfaat kepada negara-negara bekas jajahan, terutama Aljazair.”

Kandidat presiden dari partai sayap kiri National Front itu membela penjajahan selama 132 tahun di negara Afrika Utara yang telah menyebabkan matinya jutaan orang.

Pernyataan Le Pen ini mendapat banyak kritik dari sesama politisi sayap kanan. Beberapa bulan sebelumnya, kandidat presiden yang lain, Francois Fillon, juga dikritik karena menyebut penjajahan hanyalah “penyebaran budaya.”

Namun, Emannuelle Macron, kandidat presiden yang akan melawan Le Pen di putaran kedua pemilu Prancis, membuat pernyataan mengejutkan bahwa ia mengecam penjajahan Prancis, dan menyebutnya sebagai “kejahatan melawan kemanusiaan.” (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL