candi baruSleman, LiputanIslam.com — Situs cagar budaya yang diduga merupakan candi Hindu ditemukan di Dusun Tegalweru, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Di situs tersebut telah ditemukan sebuah arca dan batu-batu penyusun candi.

Kepala Kelompok Kerja Pengamanan, Penyelamatan dan Zonasi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta, Taufik mengungkapkan temuan situs cagar budaya tersebut bermula dari laporan pemilik tanah, Ambari mengenai temuan arca ke kantor BPCB pada Januari lalu. Dari laporan tersebut, tim BPCB melakukan peninjauan dan memutuskan untuk eskavasi situs mulai 28 April hingga 9 Mei mendatang.

“Kami telah menemukan reruntuhan batu dan memutuskan situs layak digali,” ujar Taufik kepada media di lokasi penemuan situs di Dusun Tegalweru, Selasa (29/4).

Situs cagar budaya di Tegalweru berada di tengah area persawahan. Lantaran ada di persawahan, eskavasi terkendala banyaknya air yang muncul saat penggalian. Namun, tim eskavasi yang berasal dari BPCB dibantu 10 mahasiswa Universitas Gadjah Mada telah menemukan reruntuhan batu.

Arca yang diduga berasal dari candi hindu sebenarnya telah ditemukan sejak 1964. Arca tersebut juga sudah masuk dalam inventaris cagar budaya BPCB pada sekitar 1990an. Namun, laporan reruntuhan candi baru dilaporkan pada Januari. Saat ini, arca tersebut dimiliki seorang warga setempat yang merupakan mantan kepala desa.

Dari temuan awal, situs tersebut diduga merupakan candi hindu dari sekitar abad VIII-IX. Taufik mengatakan pada zaman tersebut merupakan masa kejayaan Hindu-Budha. “Pada zaman itu bangunan hindu klasik banyak dibangun,” ungkapnya.

Dari temuan eskavasi, BPCB akan mengevaluasi untuk memutuskan kelayakan situs dipugar. Jika temuan selama eskavasi dinilai cukup signifikan, situs akan dipugar dan dilindungi. “Kami sekarang baru eskavasi pengamatan, ini diamankan dulu baru rapat evaluasi,” ujarnya.

Terkait kepemilikan arca candi oleh seorang warga, Taufik mengungkapkan masyarakat bisa memiliki benda cagar budaya dengan syarat sudah didaftarkan ke BPCB. Namun, arca tersebut tetap dinyatakan milik negara. “Memang milik negara tetapi kami tidak bisa paksa warga menyerahkan, sehingga nanti akan ada negosiasi dan ganti untung untuk warga,” ungkapnya.

Pada November lalu, BPCB juga menemukan situs cagar budaya berupa candi di Dusun Bedingin, Desa Sumberadi, Mlati Sleman. Dari situs tersebut ditemukan kepingan emas yang diduga bagian dari sesaji. Namun, BPCB hanya mendokumentasikan situs tersebut dan saat ini penggalian sudah ditutup tanah kembali.(ca/republika.co.id)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL