calon menteriJakarta, LiputanIslam.com–Usai gegap gempita pelantikan Presiden-Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, kini publik menanti pengumuman nama-nama para menteri. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyerahkan sejumlah nama kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Tujuannya untuk menginvestigasi rekam jejak mereka terkait korupsi.

Jokowi dikabarkan telah memberikan 43 nama kepada KPK dan PPATK untuk ditelusuri. Dari jumlah itu Jokowi akan memutuskan 33 orang masuk menjadi anggota kabinetnya.

Berdasarkan informasi di Harian Kompas edisi Senin (20/10/2014), sebagian nama-nama tersebut diduga terdiri dari politisi PDI-P, seperti Puan Maharani, Tjahjo Kumolo, Pramono Anung, Eva Kusuma Sundari, dan Hasto Kristiyanto.

Nama lainnya adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Budiman, mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Yunus Husein, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan, Direktur Utama Pelindo II RJ Lino, dan mantan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution.

Selain itu, ada juga nama mantan Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Inspektur Jenderal Syafruddin, dan Kepala Lembaga Pendidikan Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan.

Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas menyatakan, waktu yang diperlukan untuk menelusuri rekam jejak para menteri itu, menurut Busyro, tidak lama.

“Kita kan sudah ada data, sehari saja cukup,” kata Busyro pada hari Jumat (17/10/2014), seperti dikutip Antara.

Sebelumnya, pada Rabu (15/10/2014) sore, Jokowi menyatakan kepada para wartawan bahwa ia akan mengumumkan nama-nama menteri yang akan mengisi kabinetnya pada 21 Oktober 2014, sehari setelah pelantikan presiden dan wakil presiden. (dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL