Washington, LiputanIslam.com—Mantan presiden AS George W. Bush mengkritik penerusnya dari partai Republik, Donald Trump, dengan mengatakan bahwa radikalisme di Amerika semakin parah di bawah pemerintahannya.

Berbicara di Institut George W. Bush di New York City pada Kamis (19/10/17), Bush mengancam segala tindak radikalisme, konspirasi, dan kebohongan di politik Amerika dan mendukung kebijakan yang berbenturan dengan Trump. Dia juga memperingatkan bahwa rakyat Amerika harus menolak supremasi kulit putih.

“Identitas kita sebagai negara, tidak seperti negara lain, tidak ditetapkan oleh kondisi geografi, etnisitas, tanah, atau darah… Itu artinya semua orang dari segala ras, agama, etnisitas, bisa mejadi sepenuhnya orang Amerika,” tegasnya.

“Itu artinya, radikalisme dan supremasi kulit putih, dalam bentuk apapun, adalah penyelewengan terhadap keyakinan Amerika,” tambahnya.

Dalam kritiknya terhadap politik Trump, presiden ke-43 itu menilai “politik kita terlihat lebih rentan terhadap konspirasi dan kebohongan.”

Sikap permusuhan George W. Bush kepada Trump dimulai sejak pemilu partai Republik, di mana Trump berhasil mengalahkan mantan pemimpin Florida, Jeb Bush, dalam nominasi GOP.

Trump berkali-kali menyerang Jeb Bush dalam kampanyenya dengan menyebutnya “lemah,” dan “orang yang memalukan ” di dalam keluarga Bush.

Presiden sekaligus pebisnis New York itu juga pernah menyalahkan George W. Bush atas perang Irak dan serangan 11 September 2001. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL