SaakashviliKiev, LiputanIslam.com — Keberuntugan masih berada di pihak Mikhail Saakashvili, mantan presiden Georgia yang didakwa menyalahgunakan kekuasaan dan terancam hukuman penjara. Presiden Ukraina mengangkatnya sebagai Gubernur Provinsi Odessa.

Seperti dilaporkan Russia Today akhir pekan lalu (31/5), Presiden Ukraina Petro Poroshenko secara pribadi penunjuk Saakashvili, yang dikenal sangat anti-Rusia, sebagai gubernur Odessa, wilayah yang dikenal memiliki hubungan historis yang kuat dengan Rusia dan sempat dilanda aksi-aksi separatis paska Revolusi Lapangan Maidan tahun lalu.

Tentang alasan penunjukan itu, Poroshenko menyebut Saakashvili sebagai “sahabat Ukraina”. Ia juga mengaku telah mengenal Saakashvili selama 25 tahun sejak di universitas. Ia juga memuji Saakashvili sebagai pemimpin yang ‘transparan, efektif, anti-korupsi, adil, pelindung hak-hak rakyat’ dan sejumlah puji-pujian lainnya.

Untuk menjadi gubernur, Saakashvili tentu saja harus menjadi warga negara Ukraina sebagaimana disyaratkan konstitusi, dan hal itu telah dipenuhinya pada hari Sabtu (30/5). Saakashvili mendapatkan kewarganegaraan Ukriana berdasarkan dekrit Presiden Poroshenko.

Mikhail Saakashvili meninggalkan negara asalnya, Georgia, tahun 2013, hanya beberapa hari sebelum kekuasaannya berakhir, setelah merasa terancam oleh sejumlah dakwaan kejahatan yang dilakukannya selama menjadi presiden.

Tahun lalu pemerintahan baru Georgia menuduh Saakashvili telah menggelapkan miliaran dana pemerintah. Ia dituduh telah menghabiskan uang negara untuk pesta-pesta dan memberikan hadiah-hadiah kepada orang-orang dekatnya. Penyidik tengah menyelidiki kasus ini.

Saakashvili, yang terkenal dengan kebiasaan tidak patut dengan mengulum dasi, juga dituduh melakukan tindakan-tindakan kekerasan terhadap lawan-lawan politiknya. Ia juga memimpin langsung pasukan khusus yang digunakannya untuk menindas lawan-lawan politiknya. Pasukan khusus itu kini telah dibubarkan.

Pada bulan Februari lalu pemerintah Georgia mengeluarkan permintaan ekstradisi Saakashvili kepada pemerinah Ukraina, namun ditolak.

Tahun 2008 Saakashvili memerintahkan invasi terhadap wilayah Ossetia utara yang menjadi wilayah protektorat Rusia. Hal ini memicu perang terbuka dengan Rusia, yang mengerahkan pasukannya menyerang dan menduduki sebagian wilayah Georgia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL