putra mahatahirKualalumpur, LiputanIslam.com — Putra mantan Perdana Menteri Malaysia dan tokoh paling dihormati di negeri itu, Mahathir Mohammad, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri di negara bagian Kedah. Langkah ini dipandang sebagai upaya Perdana Menteri Najib Razak memberangus lawan-lawan politiknya. Mahathir dikenal sebagai penentang keras Razak terkait dengan skandal korupsi yang tengah membelitnya.

Mukhriz Mukhriz (51 tahun), mengumumkan pengunduran dirinya, Rabu (3/1), setelah mendapatkan tekanan dari partai penguasa UMNO. Ia dianggap sebagai salah satu calon pemimpin Malaysia yang potensial di masa mendatang, namun harus menelan pil pahit karena ayahnya yang bersikap kritis. Demikian laporan Press TV, hari ini (3/1).

Malaysia dilanda krisis politik setahun terakhir ini akibat terkuaknya skandal pengiriman dana ratusan juta dollar ke rekening pribadi Perdana Menteri Najib Razak, yang disebut-sebut berasal dari perusahaan investasi milik pemerintah yang didirikan Najib Razak tahun 2009, 1Malaysia Development Berhad.

Najib dan 1MDB membantah terjadi skandal antara keduanya. Kejaksaan Agung dan KPK Malaysia juga telah menyatakan bahwa ratusan juta dollar dana yang diterima Najib bukan berasal dari tindak pidana korupsi, melainkan donasi dari kerajaan Arab Saudi. Namun sejumlah pihak, termasuk Mahathir Mohammad, menganggap Najib telah melanggar hukum dan harus mundur dari jabatannya dan diadili.

Jaksa Agung Mohamed Apandi Ali, hari Sabtu (31/1) mengatakan bahwa pihaknya akan bekerjasama dengan otoritas keuangan Swiss yang tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan pencucian uang yang dilakukan 1MDB. Sementara Otoritas keuangan Singapura mengumumkan telah membekukan sejumlah rekening milik pejabat dan tokoh-tokoh penting Malaysia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL