anti cinaHanoi, LiputanIslam.com — Beberapa pabrik terbakar dalam aksi demonstrasi anti-Cina yang digelar di sebuah kawasan industri di Vietnam selatan, hari Selasa (13/5).

Manajemen Vietnam Singapore Industrial Park (VSIP) menyebutkan jumlah pabrik yang terbakar adalah 3 pabrik. Namun sumber-sumber lain menyebutkan jumlahnya mencapai 15 pabrik. Tidak ada korban tewas atau terluka dalam insiden tersebut, namun beberapa orang ditangkap aparat kepolisian.

Aksi protes tersebut terjadi setelah Cina memindahkan pengeboran minyak lepas pantai (drilling rig) ke perairan yang oleh Vietnam awal Mei lalu diklaim sebagai miliknya.

Dalam konperensi pers yang digelar di Beijing tidak lama setelah insiden kebakaran di Vietnam selatan, jubir kementrian luar negeri Cina menuduh Cina sebagai “provocateur” dan mengatakan bahwa Beijing menaruh perhatian serius kepada Vietnam.

Manajemen Vietnam Singapore Industrial Park (VSIP) mengatakan bahwa insiden kebakaran terjadi setelah para demonstran anti-Cina berkumpul di kota Thuan An, Provinsi Binh Duong di Vietnam Selatan, hari Senin (12/5).

Khawatir aksi kekerasan akan meluas karena tersulut oleh rasa nasionalisme warga Vietnam, pemerintah Vietnam pun melakukan tindakan tegas. Selain mengutuk aksi tersebut, beberapa orang yang dituduh sebagai provokator dan “agitator” ditangkap.

Beberapa pihak menyebut, selain nasionalisme, aksi kekerasan tersebut didorong oleh kondisi sosial dan perburuhan yang tidak memuaskan warga Vietnam terutama di sekitar kawasan industri.

Aksi pembakaran terjadi hari Selasa (13/5) setelah para demonstran bergerak ke kawasan industri VSIP dan menyasar pabrik-pabrik yang diyakini dimiliki oleh perusahaan-perusahaan Cina. Jubir VSIP mengatakan kepada BBC tiga pabrik dibakar pada demonstran pada Selasa malam setelah para pekerja pulang.

Menurut jubir tersebut, ketiga pabrik tersebut tidak semuanya dimiliki oleh warga Cina, namun akibat kebakaran itu beberapa perusahaan Thaiwan mengalami dampak negatif.

Laporan-laporan lain menyebutkan kerusuhan telah berkembang lebih luas dari yang dilaporkan VSIP dan lebih banyak lagi pabrik-pabrik yang dibakar.

Pejabat-pejabat lokal, sebagaimana dikutip media lokal, memperkirakan sekitar 19.000 pekerja terlibat dalam kerusuhan dan setidaknya 15 pabrik telah terbakar.

Laporan-laporan juga menyebutkan, perusahaan-perusahaan mengibarkan bendera-bendera non-Cina dalam upaya menghindarkan diri dari serangan.

Vietnam pernah terlibat peperangan hebat melawan Cina pada awal tahun 1979 ketika Cina menginvasi Vietnam sebagai respon atas invasi Vietnam terhadap Kamboja tahun 1978 dan menjatuhkan rezim Khmer Merah yang merupakan sekutu Cina.

Dengan kekuatan 220.000 pasukan dan 400 tank, pada tanggal 17 Februari Cina menyerbu dan menduduki kota-kota Vietnam di dekat perbatasan kedua negara. Setelah melalui perang brutal yang menelan korban puluhan ribu pasukana di kedua pihak, pada tanggal 6 Maret Cina mengumumkan misi serangan telah tercapai, yaitu memberikan hukuman kepada Vietnam. Setelah itu Cina pun menarik pasukannya dari Vietnam.(ca/bbc/wikipedia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL