bos korean airSeoul, LiputanIslam.com — Pil pahit yang harus ditelan oleh mantan pejabat eksekutif Korean Air Heather Cho atas tindakannya mengusir awak kabin dan berakibat pada tertundanya penerbangan pesawat, masih belum habis. Kini ia harus menghadapi tuntutan pidana atas tindakannya itu.

Sebagaimana dilansir BBC News, Selasa (16/12), Kementrian Transportasi akan mengajukan penyidikan kriminal terhadap Cho serta sanksi administrasi terhadap Korean Air. Kementrian Transportasi menyatakan bahwa dari pengakuan penumpang dan awak pesawat, diketahui bahwa Cho telah “menggunakan bahasa kasar dan suara keras”.

“Ia kemungkinan telah melanggar pasal 23 UU Keselamatan Penerbangan yang mengharuskan penumpang bekerjasama dalam penerbangan,” demikian pernyataan Kementrian Transportasi.

Kementrian juga mengatakan tengah melakukan penyelidikan tentang apakah budaya maskapai menimbulkan ancaman bagi penumpang.

Pada tanggal 5 Desember lalu Cho mengusir 2 awak kabin pesawat Korean Air setelah seorang pramugari yunior menyajikan kacang dalam bungkusan dan bukannya disajikan di atas piring. Akibat pengusiran itu pesawat yang hendak tinggal landas ke Korea Selatan harus kembali ke terminal bandara New York. Akibatnya pesawat mengalami keterlambatan.

Awak kabin yang diusir keluar oleh Cho mengaku kepada media massa bahwa ia telah dipaksa oleh eksekutif Korean Air untuk menutup-nutupi insiden itu.

Kementrian menyebutkan bahwa maskapai kini menghadapi ancaman penutupan beberapa jalur penerbangan atau didenda.

Sebelumnya Cho telah menyatakan permintaan ma’af kepada publik dan telah berusaha menemui langsung ke-2 awak kabin yang diusir Cho untuk meminta ma’af. Selain itu Cho juga mengundurkan diri dari jabatannya sebagai eksekutif.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL