kantor gubernur terbakarMexico City, LiputanIslam.com — Massa yang marah atas hilangnya 43 pelajar sekolah keguruan di kota Iguala, membakar kantor gubernur negara bagian Guerrero di kota Chilpancingo, Senin (13/10) petang.

Sebagaimana laporan BBC News, Selasa (14/10), massa yang marah berkumpul di depan kantor Gubernur, memaksa para staff dan karyawan untuk keluar sebelum menyerangnya dengan lemparan batu dan benda-benda keras lainnya ke kaca-kaca gedung. Terakhir massa membakar gedung tersebut.

Sebanyak 43 pelajar kini masih dalam pencarian setelah ditahan polisi kota Iguala, tanggal 26 September lalu, usai melakukan aksi demonstrasi menentang kebijakan pemerintah lokal yang tidak berpihak kepada para guru. Enam orang tewas ditembak polisi dalam aksi demonstrati itu.

Para demonstran menuduh polisi telah menyerahkan para pelajar itu kepada kelompok gangster obat terlarang Guerreros Unidos, sebelum mereka dibunuh dan mayatnya dibuang ke tempat yang tidak diketahui.

Sebanyak 22 polisi yang diduga terkait dengan kelompok kriminal ditangkap usai kejadian itu dan beberapa polisi lainnya ditangkap kemudian. Tentara juga telah melucuti semua senjata polisi di Iguala.

Diduga kelompok Guerreros Unidos memiliki hubungan dengan walikota Iguala, Jose Luis Abarca Velazquez, yang kini buron bersama istri dan kepala kepolisian Iguala.

Sebelum melakukan aksi perusakan dan pembakaran, para demonstran menyerukan kepada Gubernur Angel Aguirre untuk mundur dan mengancam akan melakukan tindakan keras jika tidak ada perkembangan atas kasus hilangnya para pelajar itu.

Minggu lalu ribuan orang turun ke jalan-jalan di berbagai kota di Mexico minggu lalu untuk memprotes aksi keji terhadap para pelajar tersebut.

Presiden Enrique Pena Nieto akhir pekan lalu berpidato di televisi nasional, menjanjikan untuk menemukan para pelaku penculikan dan menghukumnya. Ia menyebut peristiwa itu sebagai “mengguncangkan, menyakitkan dan tidak bisa diterima”.

Otoritas Mexico tengah melakukan identifikasi atas beberapa mayat yang ditemukan di beberapa kuburan massal di sekitar Iguala, 200 km selatan Mixico City. Namun Gubernur Aguirre pada hari Sabtu (11/10) mengatakan bahwa 28 mayat yang ditemukan di kuburan massal bukan mayat para pelajar.

“Saya berharap besar untuk menemukan para pelajar itu hidup-hidup,” katanya kepada wartawan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL