Sumber: republika

Jakarta, LiputanIslam.com— Perum Bulog tengah mempersiapkan ekspor beras ke sejumlah negara dengan memperkuat kesiapan stok, kualitas, serta harga beras yang kompetitif di pasar global.

Direktur Utama Bulog, Budi Waseso mengatakan, pihaknya telah berkordinasi dengan Kementerian Pertanian agar ekspor beras tersebut bisa dilakukan.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, kita serap dan produksi beras berkualitas dengan memaksimalkan teknologi, sehingga kita bisa ekspor,” kata Buwas, di Jakarta, Sabtu (28/4).

Saat ini, Bulog harus bersaing dengan para perusahaan swasta nasional di pasar bebas. Sebab, beras yang di produksi Bulog tidak lagi menjadi satu-satunya pilihan wajib bagi para penerima bantuan.

Seiring dengan beralihnya mekanisme penyaluran Beras Sejahtera menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), penerima dapat menggunakan bantuan dari pemerintah untuk memilih beras yang disediakan agen penyalur e-warong.

Dia menyebutkan, saat ini jumlah stok beras yang tersimpan di gudang Bulog sudah mencapai 2 juta ton. Pada Mei 2019, akan ada musim panen raya dan ditargetkan Bulog menyerap 500 ribu ton. Ia memprediksi hingga penghujung 2019 stok beras Bulog diperkirakan akan lebih dari 3 juta ton.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran mengatakan, Indonesia bisa mengekspor beras apabila penyerapan dalam negeri per hari menyentuh angka 10.000/ton-20.000/ton saat masa panen raya 2 bulan ke depan.

“Kita tunggu dulu hasil serap gabah 2 bulan ke depan, kalau tetap konsisten serap gabah diatas 10.000 ton sampai 20.000 ton per hari maka kita akan persiapkan ekspor,” ujarnya. (sh/republika/tempo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*