air fightBeijing, LiputanIslam.com — Polisi Cina menahan 25 orang penumpang yang membuka pintu darurat pesawat menjelang tinggal landas karena mereka marah setelah pesawat tertunda terbang akibat salju.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Antara dengan mengutip kantor berita Xinhua, Minggu (11/1) petang, para penumpang terpaksa menunggu berjam-jam duduk di kursi mereka pada hari Sabtu karena pesawat dari kota Kunming untuk tujuan Beijing itu ditunda keberangkatannya.

Mereka meminta izin untuk keluar dari pesawat dengan alasan kesehatan. Kemudian sejumlah penumpang membuka paksa “tiga pintu darurat” untuk menghentikan penerbangan dan memaksa pesawat kembali ke terminal.

Penumpang itu menambahkan bahwa para penumpang menjadi cemas karena ko-pilot tampak tidak bisa mengendalikan diri.

Pesawat itu telah ditunda selama lima jam sebelum menaikkan penumpang dan kemudian harus menunggu lagi sampai es-es dibersihkan dari pesawat.

Sebanyak 25 orang penumpang ditahan oleh polisi bandara tetapi tidak jelas apakah mereka kemudian dilepaskan. Penumpang yang lain diterbangkan ke Beijing dengan pesawat berbeda.

Perkembangan ekonomi yang membaik di Cina menyebabkan perjalanan udara semakin berkembang dibanding sepuluh tahun terakhir dan banyak kejadian terkait perilaku penumpang yang melanggar peraturan.

Bulan lalu, penerbangan murah dari Thailand menuju Cina terpaksa kembali ke Bangkok karena seorang penumpang menyiramkan air panas ke awak pesawat. Media pemerintah Cina menjuluki penumpang tak tahu aturan itu dengan sebutan “barbar”, salah seorang di antaranya mengancam meledakkan pesawat karena perseteruan masalah tempat duduk.

Suatu kekacauan terjadi di bandara Kunming pada 2013 saat ribuan penumpang yang kelaparan menjadi marah karena terlantar berjam-jam akibat penerbangannya ditunda karena kabut tebal.

Penumpang terdampar di bandara lebih dari sehari dan bertikai dengan pegawai darat, merusak komputer dan peralatan lain milik perusahaan penerbangan, demikian Xinhua melaporkan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*