pilot wanita bruneiBrunei Darussalam, LiputanIslam.com — Seolah-olah menyindir Saudi Arabia, negara yang masih melarang wanita untuk mengendarai mobil, Brunei Dasurralam mengirimkan pesawat jet penumpang yang semua awaknya adalah wanita. Pesawat itu mendarat di Jeddah setelah terbang dari Brunei Darussalam.

Itu merupakan pencapaian penting untuk Royal Brunei Airlines, maskapai yang mempekerjakan mereka, di negara yang sampai sekarang tidak membolehkan kaum hama mengemudikan sebuah mobil. Pencapaian para wanita Brunei dalam industri yang selama ini didominasi pria itu, langsung mendapatkan sorotan dan pujian dari berbagai media dunia.

Untuk menandai Hari Nasional Brunei, yang merupakan hari kemerdekaan negara itu, Kapten Sharifah Czarena Surainy, Senior First Officer Dk Nadiah Pg Khashiem, dan Senior First Offecer Sariana Nordin menerbangkan pesawat  Boeing 787 Dreamliner ke negara Timur Tengah itu pada 23 Februari lalu, tulis media terkenal Inggris Independent dalam laporannya yang dilansir Antara, Kamis kemarin (17/3).

Perjalanan itu dilakukannya hanya lebih tiga tahun setelah Kapten Czarena menjadi kapten perempuan pertama di sebuah maskapai berbendera Asia Tenggara.

Kepada Brunei Times waktu itu pada 2012, ia mengatakan, “Menjadi seorang pilot, orang normal melihat ini sebagai pekerjaan yang didominasi pria.”

“Sebagai seorang wanita, seorang wanita Brunei, ini adalah pencapaian besar,” kata wanita jebolan sekolah pilot the Cabair Flying School di Cranfield ini.

Royal Brunei Airlines berkomitmen untuk mendapatkan lebih banyak wanita masuk ke industri ini dan baru-baru ini mereka menawarkan sebuah program Engineering Apprentice untuk pria dan wanita, demikian seperti dilaporkan the Independent.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL