FILE BRITAIN BRITISH AIRWAYS H1N1 FLULondon, LiputanIslam.com — Maskapai penerbangan terbesar Inggris British Airways memutuskan untuk tetap melanjutkan layanan penerbangannya ke Irak meski terdapat ancaman keamanan dari kelompok teroris ISIS.

“Kami terbang di atas Irak karena kami menganggap aman. Jika kami menganggap Irak tidak aman, kami tidak akan terbang di atas udaranya,” kata eksekutif British Airways, Willie Walsh, kepada Financial Times seperti dikutip BBC News, Minggu (3/8).

Keputusan itu bertentangan dengan beberapa maskapai penerbangan barat lainnya yang memutuskan menghentikan layanan penerbangan ke Irak. Qantas dari Australia adalah yang terakhir melakukan hal tersebut.

Namun British Airways (BA) mangaku akan mengevaluasi keputusan tersebut setiap harinya.

Menurut BA, penerbangan menuju Dubai dan Doha tetap akan melintasi udara Irak seperti biasanya.

“Rencana-rencana penerbangan kami sangat tergantung pada sejumlah faktor, namun prioritas utama kami selalu masalah keamanan kru dan penumpang kami,” demikian pernyataan BA.

Walsh mengakui publik merasa bingung dengan adanya perbedaan sikap antar maskapai penerbangan dalam hal Irak, namun ia menegaskan bahwa setiap maskapai memiliki penilaian sendiri-sendiri tentang risiko terbang di wilayah konflik.

BA sendiri telah menghindari wilayah udara Ukraina timur beberapa bulan yang lalu, yang merupakan salah satu wilayah konflik terpanas di dunia. Di jalur inilah pesawat Malaysia Airlines MH17 jatuh saat terbang antara Amsterdam-Kualalumpur tanggal 17 Juli lalu, menewaskan 298 penumpang dan awaknya.

Jatuhnya pesawat Malaysia ini telah membuat maskapai-maskapai penerbangan dunia menghindari wilayah-wilayah konflik, termasuk Irak. Akibatnya, maskapai-maskapai penerbangan itu harus menanggung kerugian akibat pesawat-pesawatnya harus menempuh perjalanan yang lebih jauh dan memakan bahan bakar lebih besar.

Pada hari Kamis (31/8) otoritas penerbangan sipil AS, Federal Aviation Administration (FAA) memerintahkan maskapai-maskapai penerbangan AS untuk terbang setidaknya 30.000 kaki (9.2 km) di udara Irak. Sebelumnya FAA hanya memerintahkan terbang di atas ketinggian 20.000 kaki (6,1 km).

Pada hari Sabtu (2/8) Qantas memutuskan mengalihkan jalur penerbangannya dari wilayah Irak demi menjaga keamanan pesawat dan penumpangnya.

“Berdasar berbagai batasan yang dikenakan beberapa negara dalam beberapa jam terakhir, termasuk dari FAA, Qantas untuk sementara mengalihkan jalur penerbangannya di kawasan Timur Tengah dengan menghindari udara Irak,” demikian pernyataan resmi Qantas.

Sehari sebelumnya maskapai penerbangan Jerman, Lufthansa menghentikan layanan penerbangan ke negara tersebut. Sebelumnya beberapa maskapai penerbangan termasuk Emirates Air Line, Virgin Atlantic dan Air France telah menghindari udara Irak.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL