battistiBrazilia, LiputanIslam.com — Polisi Brazil menangkap pelarian politik yang divonis  telah melakukan beberapa aksi pembunuhan di Italia, Cesare Battisti.

Seperti dilaporkan Russia Today, Jumat (13/3), Battisti tinggal di Brazil dengan status mendapatkan perlindungan politik pemerintah Brazil melalui keputusan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva di hari terakhir kekuasaannya tanggal 31 Desember 2010. Namun hakim memerintahkan dirinya untuk diekstradisi ke Italia demi menghadapi pengadilan atas kasus pembunuhan yang didakwakan terhadap dirinya.

Namun tidak disebutkan dimana dan kapan penangkapan Battisti itu berlangsung.

Battisti (60 tahun) mengakui dirinya adalah anggota kelompok radikal ‘kiri’ (komunis) Italia pada tahun 1970-an, namun menolak tuduhan pembunuhan. Jika didortasi kelak, ia akan dikirim ke Perancis atau Italia, sebelum dikirim ke Italia.

Cesare Battisti didakwa melakukan pembunuhan terhadsap 4 orang di Italia antara tahun 1978 dan 1979. Namun ia berhasil melarikan diri dari penjara tahun 1981. Tahun 1990 pengadilan in absentia memutuskannya bersalah.

Dalam pelariannya, ia berhasil membangun karier sebagai penulis novel yang sukses di Perancis dan Mexico, sebelum terbang ke Brazil tahun 2004.

Tahun 2007 Battisti ditangkap polisi Brazil dan pemerintah Italia pun langsung mengajukan permintaan ekstradisi sebagaimana kesepakatan dalam perjanjian ekstradisi antara kedua negara. Namun presiden Presiden Da Silva, yang sama-sama penganut faham ‘kiri’,  memutuskan untuk memberikan perlindungan politik bagi pembunuh itu. Akibatnya Italia menarik dubesnya di Brazil sebagai bentuk protes. Sementara keluarga korban pembunuhan Battisti – seorang polisi, seorang penjaga penjara, seorang pedagang daging dan penjual perhiasan – ramai-ramai mengutuk keputusan Da Silva.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*