brahimiGenewa, liputanislam.com — Akhirnya, Lakhdar Brahimi, utusan khusus PBB dan Liga Arab untuk konflik Suriah, mengakui bahwa keikutsertaan Iran diperlukan dalam perundingan perdamaian Suriah Genewa II yang saat ini tengah berlangsung.

“Saya akan mencoba berbicara dan bekerjasama dengan Iran nanti sehingga Iran bisa menjalankan perannya dan turut bertanggungjawab atas keadaan di kawasan,” kata Brahimi di sela-sela perundingan yang berlangsung kemarin. Ia menambahkan bahwa para mediator akan membutuhkan kerjasama Iran di masa mendatang.

Pernyataan Brahimi menanggapi permintaan Menteri Informasi Suriah Omran al-Zoubi untuk menyertakan Iran dalam perundingan di Genewa.

“Iran harus menjadi bagian dari isu-isu kawasan dan penyelesaiannya, khususnya dalam krisis Suriah. Seharusnya Iran diundang dalam perundingan Genewa II, karena peranannya tidak bisa diabaikan,” kata al-Zoubi.

Brahimi mengakui bahwa sejauh ini perundingan belum menemukan jalan keluar untuk menyelesaikan perbedaan pendapat antara kubu pemerintah dan oposisi.

“Tidak ada yang keluar. Tidak ada yang melarikan diri. Kami sebenarnya belum mendapatkan jalan keluar, namun kami masih berusaha, dan hal ini sudah cukup menurut pandangan saya,” tambah Brahimi.

Brahimi juga mengatakan bahwa Amerika dan Rusia tengah berusaha keras untuk menyelesaikan konflik Suriah dan perundingan akan berlanjut hari Jumat ini.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL