Sumber: alinea.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Januari hingga Mei 2019 mengalami penurunan sebesar 8,61 persen menjadi 68,46 miliar dolar AS dari sebelumnya 74,91 miliar dolar AS pada tahun lalu.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, penurunan kinerja ekspor Indonesia terjadi karena faktor eksternal. Saat ini sejumlah negara tujuan ekspor Indonesia mengalami perlambatan ekonomi sehingga berdampak negatif pada aktivitas ekspor Indonesia.

Salah satunya adalah China yang memiliki kontribusi 5 persen terhadap total ekspor Januari hingga Mei 2019.

Baca: Ekspor Produk Perikanan Sulsel Naik 600 Persen

“Pertumbuhan ekonomi di sana diketahui melambat dari 6,8 persen menjadi 6,4 persen,” kata Suhariyanto, Senin (24/6).

Dia menyebutkan, China masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar pada periode Januari hingga Mei 2019. Nilai ekspor ke China mencapai 9,55 miliar dolar AS, turun 6,86 persen dibanding dengan periode yang sama di tahun lalu, 10,25 miliar dolar AS.

“Komoditas utamanya, lignit, batubara dan minyak kelapa sawit,” ujarnya.

Data BPS menunjukkan, tujuh dari 10 komoditas utama ekspor mengalami penurunan nilai sepanjang Januari hingga Mei 2019 dibandingkan Januari sampai Mei 2018. Penurunan terbesar terjadi pada golongan barang kapal laut sebesar 60,38 persen dan bijih, kerak dan abu logam hingga 51,82 persen.

Senada dengan Kepala BPS, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto menyampaikan, melemahnya ekspor akibat penurunan permintaan global. Dia menyebutkan, neraca ekspor dan impor April 2019 menunjukkan defisit cukup tinggi sebesar 2,5 miliar dolar AS, dibandingkan bulan sebelumnya yang surplus sebesar 0,7 miliar dolar AS.

“Defisit neraca perdagangan bulan April 2019 disebabkan melemahnya ekspor akibat penurunan permintaan global,” ucapnya.

Dia menuturkan, pelemahan ekspor tersebut disebabkan penurunan ekspor migas sebesar 37,1 persen dan penurunan ekspor nonmigas sebesar 11,0 persen.

“Secara kumulatif, ekspor Januari-April 2019 sebesar 53,2 miliar dolar AS, menurun sebesar 9,4 persen dibanding Januari sampai dengan April 2018,” tuturnya. (sh/sindonews/republika)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*