LiputanIslam.com – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi telah melaporkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) karena dinilai telah meresahkan masyarakat akibat kesalahan entry data di Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU yang merugikan paslon 02 Prabowo-Sandi.

“Pada hari ini, BPN Prabowo-Sandi melaporkan ke Bawaslu tentang Situng KPU, di mana sudah kami nilai bahwa Situng KPU ini bisa membuat kepercayaan masyarakat kepada demokrasi, kepada pemilu itu menjadi berkurang,” tutur Sufmi Dasco Ahmad, Direktur Advokasi dan Hukum BPN di Kantor Bawaslu pada Kamis (2/5).

“Hal ini disebabkan karena banyaknya human error pada Situng KPU, dan pada penghitungan-penghitungan yang terkadang suara pasangan nomor urut 02 itu tidak bergerak naik atau malah berkurang,” lanjutnya.

BPN pun membawa bukti-bukti kesalahan penghitungan di Situng.

“Kita memang bawa banyak bukti kalau di sini ada kesalahan-kesalahan perhitungan ada di 34 provinsi dan itu bukan cuma satu, lalu kemudian hal ini kan membuat keresahan di masyarakat, terutama pendukung 02,” tambahnya.

Karena alasan tersebut, BPN meminta Bawaslu untuk menyuruh KPU menghentikan Situng dan menjatuhkan sanksi administratif karena telah melanggar Peraturan Bawaslu dan Undang-Undang No.7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Kami minta kepada Bawaslu untuk segera menghentikan Situng KPU, untuk membuat suasana di masyarakat menjadi kondusif. Kemudian kami menuntut diadakan perhitungan saja secara manual,” tambahnya lagi. (Ayu/Kompas/Detik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*