Jakarta,LiputanIslam.com—Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengajak bertemu TNI untuk mencegah para prajurit TNI yang terpapar radikalisme.

“Pertemuan informal dengan para pimpinan TNI sudah, insya Allah dalam waktu dekat kami akan bertemu dengan pimpinan TNI lagi untuk membicarakan prajurit TNI terpapar radikalisme,” ungkap Hariyono, Pelaksana Tugas Kepala BPIP pada awak media saat acara Rakornis dan Temu BPIP di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (21/6).

Ungkapan tersebut sebagai tanggapan atas hasil riset dari Kementerian Pertahanan yang menyebutkan bahwa sebesar 3 persen TNI terpapar radikalisme dan tidak menyetujui ideologi Pancasila.

Pihak BPIP mengaku sudah bertemu dengan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa. Selanjutnya pihak BPIP akan bertemu lagi untuk membicarakan soal sosialisasi nilai Pancasila kembali di jajaran prajurit TNI.

Baca: Sidang Usai, MK Akan Putuskan Hasil 28 Juni 2019

“Kami akan koordinasi lagi dengan jajaran TNI bagaimana sosialisasi nilai Pancasila bisa kita kembangkan bersama,” lanjutnya.

Haryono menduga bahwa prajurit TNI yang terpapar radikalisme adalah prajurit yang baru masuk karena mungkin sebelumnya ketika meniti pendidikan di Sekolah Dasar hingga SMA tidak pernah merasakan dan mendalami mata pelajaran Pancasila. Kemudian ketika di lapangan, mereka berguru dengan tokoh agama yang radikal.

Pada tahun 2018 lalu, pihak BPIP pun telah mengajak TNI untuk belajar Pancasila dengan cara-cara yang mengasyikkan agar mudah dipahami. (Ay/Antara/Tribunnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*