LiputanIslam.com-Kepala BPBD Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Saptiko mengatakan tiga hektare lahan gambut di Pontianak Utara dan Tenggara terbakar dalam waktu sepekan.

Yang pertama di wilayah Kecamatan Pontianak utara pada Rabu (17/7/2019) dan yang kedua terjadi pada Jumat (19/7/2019) diwilayah Kecamatan Pontianak Tenggara tepatnya di jalan Perdana Kota Pontianak. Untuk di Wilayah Pontianak Tenggara, kebakaran sempat dipadamkan pada Jumat malam, namun di Sabtu (20/7/2019) pagi api kembali muncul.

“Kawasan yang terbakar tersebut adalah lahan kosong atau tidak terpakai, yang hingga kini belum diketahui apa penyebabnya, karena masih diselidiki oleh pihak kepolisian,” kata Saptiko di Pontianak, Senin (22/7).

Pemadaman dilakukan menggunakan sumber air di parit-parit dekat lokasi kebakaran. Guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pihak BPBD setempat bersama instansi terkait lainnya secara rutin melakukan patroli, sehingga jika ditemukan ada aktivitas membakar lahan maka akan dengan cepat bisa dipadamkan.

Baca juga: Rabu Siang, Sejumlah Rumah di Matraman Terbakar

“Selain itu, kami juga terus melakukan sosialisi ke masyarakat, terutama di daerah rawan kebakaran lahan, serta selalu menyiagakan armada pemadaman, serta berkoodinasi dengan instansi terkait seperti TNI dan Polri, dan pihak pemadam kebakaran swasta,” ujarnya.

Dalam menghadapi musim kemarau yang diprakirakan akan terjadi selama dua bulan ini, menurut dia, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak juga sudah membuat sekat kanal pada parit yang berfungsi menahan air agar tidak habis ketika air surut.

“Saat ini sudah ada dua embung atau sekat air yang sudah dibuat oleh PUPR itu, yakni di Parit Jalan Paris II dan Sepakat II atau parit yang lebar dan kedalamannya cukup besar sehingga bisa menampung air dalam jumlah banyak,” demikian Saptiko. (Ay/Antara/Tribunnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*