Sumber: BeritaSatu.com

Penajam, LiputanIslam.com–Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mencatat sekurangnya telah terjadi 30 kali kebakaran hutan dan lahan di daerah yang telah ditetapkan sebagai lokasi pemindahan Ibu kota Negara RI tersebut.

“Hingga saat ini  tercatat lebih dari 30 kebakaran lahan terjadi di wilayah Penajam Paser Utara,” ucap Kepala Ex-Officio BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Tohar ketika dihubungi, Sabtu (14/9).

Untuk kebakaran lahan terbesar lanjut ia, di wilayah RT 11 dan 12 Kelurahan Petung, hingga di RT 03 Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam. Lahan yang terbakar tersebut merupakan lahan gambut dan masih dilakukan pemadaman.

Masyarakat dan perusahaan di Kabupaten Penajam Paser Utara diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena berpotensi menimbulkan kebakaran yang lebih luas, terutama pada saat musim kemarau yang diprediksi hingga Oktober 2019.

Sementara, menurut Kepala sub Bidang Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD setempat Nurlaila, dalam satu hari kebakaran lahan di wilayah Benuo Taka (sebutan Kabupaten Penajam Paser Utara) bisa terjadi mencapai tujuh kali.

Baca juga: Perpindahan Ibu Kota Negara Lahirkan Masalah Baru

Ia pun menduga kebakaran lahan yang terjadi di daerah itu merupakan faktor kesengajaan yang dilakukan masyarakat.

“Kami duga ada faktor kesengajaan yang dilakukan warga melakukan pembakaran, tetapi tidak diawasi,” ucap Nurlaila. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*