banjir bosniaDoboj, LiputanIslam.com — Banjir bandang menerjang negara Bosnia-Herzegovina dan Serbia. Hingga saat ini, petugas evakuasi dan Tim SAR sudah menemukan 20 jenazah. Dikhawatirkan jumlah korban tewas akibat banjir kawasan Balkan ini terus bertambah.

“Lebih dari 20 mayat sejauh ini telah dibawa ke kamar jenazah yang berada di kota,” ucap walikota Doboj, Bosnia, seperti dilansir BBC, Minggu (18/5).

Berdasar pengamatan udara hampir sepertiga dari Bosnia terendam akibat banjir itu. Kota-kota di Bosnia terlihat seperti danau berlumpur besar. Jalan protokol dan jalur rel kereta api utama juga terendam.

Puluhan ribu orang meninggalkan rumah mereka karena sungai-sungai meluap. Tanah longsor telah mengubur rumah-rumah penduduk. Kepala polisi Bosnia, Gojko Vasic, mengatakan situasi sangat sulit terjadi di kota Doboj

“Karena air banjir seperti tsunami dengan tinggi 3-4 meter,” ucapnya.

Di Serbia, banjir menerjang pinggiran kota luar ibukota Belgrade dan telah merendam ribuan rumah, selain merendam, longsor juga terjadi di kawasan tersebut. Penduduk setempat menyebut banjir di lokasi itu seperti sebuah tsunami.

Banjir ini merupakan banjir paling parah seabad terakhir yang menimpa kedua negara ini.

Ribuan Orang Diungsikan di Serbia

Sementara itu CNN melaporkan, hari Minggu (18/5) banjir telah memaksa 16.300 warga Serbia mengungsi, sebanyak 1.100 di antaranya harus dievakuasi menggunakan helikopter.

Mengutip keterangan jubir kemendagri Serbia, CNN melaporkan setidaknya 15 jenasah berhasil ditemukan di Serbia, 5 jenasa lainnya berasal dari Bosnia-Herzegovina. Sumber-sumber tidak resmi banyak menyebutkan angka korban yang lebih tinggi.

Berbicara dalam konperensi pers Sabtu petang (17/5), PM Serbia Aleksandar Vucic mengatakan bahwa situasa negaranya saat ini dalam keadaan “sulit”, namun ia menyebutkan Serbia telah siap untuk menghadapi banjir besar berikutnya.

Banjir diperkirakan akan bertambah besar hari Minggu ini (18/5) di dekat kota Sabac, kota di barat Serbia yang berdekatan dengan Sungai Sava. Namun Vucic menyebutkan bahwa kota tersebut telah mempersiapkan diri menghadapi banjir seraya menyebutkan telah dibangunnya tanggul setinggi 7.3 meter, sementara ketinggian air saat ini di sungai Sava mencapai 6,3 meter, tertinggi dalam sejarah.

Para petugas di kota Obrenovac, 30 kilometer sebelah baratdaya Belgrade telah menemukan jasad korban pertama. Diperkirakan masih ada korban lain yang bakal ditemukan setelah banjir surut di kota yang kini 90% wilayahnya direndam banjir itu.

Dalam kesempatan tersebut perdana menteri juga menyampaikan terima kasihnya kepada beberapa negara yang telah memberikan bantuan. Namun terima kasih khusus diberikannya kepada anggota-anggota pasukan khusus Rusia yang telah menyelamatkan sejumlah korban di tengah-tengah terjangan air sungai yang deras dan dingin.

Menurut perdana menteri lebih dari 10.000 tentara Serbia telah dikerahkan untuk memberikan bantuan kepada korban banjir.(ca/detiknews/cnn)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL