ISIS di RaqqaBaghdad, LiputanIslam.com—Kondisi Irak yang kian mencekam dengan adanya dua ledakan bom mobil di ibukota Irak, Bahgdad, yang  menelan 12 korban jiwa.

Ledakan terjadi di lingkungan yang dihuni oleh mayoritas Muslim Syiah, yang dikenal sebagai Sadr City, pada Selasa malam, 15 Juli 2014, seperti yang dilaporkan Press TV. Menurut pejabat setempat, ledakan ini juga menimbulkan 20 orang luka-luka.

Sejak jatuhnya kota Mosul ke tangan teroris ISIS, kekerasan yang berlangsung di Irak semakin menjadi-jadi. Apalagi, kelompok teroris transnasional ini telah bersumpah akan menaklukkan Baghdad. Menurut Nouri Al-Maliki, Perdana Menteri Irak, Arab Saudi dan Qatar adalah pihak yang harus bertanggung jawab atas badai terorisme yang menerpa negaranya.

Untuk membasmi terorisme di Irak, jutaan penduduk sipil baik pria maupun wanita berbondong-bondong mendaftar sebagai relawan dan bergabung dengan Tentara Irak di garis depan membasmi terorisme.

Sejak awal Ramadhan lalu, ISIS telah mendeklarasikan “Khilafah Islamiyah” dengan Abu Bakar al-Baghdadi sebagai “Khalifah”. Al-Baghdadi menyerukan kepada umat Muslim di dunia agar berbaiat (janji setia) kepadanya.

Militan dari Maroko Pulang Kampung

Sementara itu, setelah melewatkan petualangan di Timur Tengah, militan bersenjata asal Moroko yang bergabung dengan kelompok teroris ISIS di Suriah dan Irak dilaporkan telah bertobat dan berencana untuk kembali ke negara mereka.

Dikabarkan oleh media Maroko, puluhan militan Maroko dari kelompok ISIS sedang menanti izin dari pemerintah Maroko. Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Maroko menyatakan bahwa sekitar 2.000 orang warga negaranya telah menjadi anggota ISIS.

Sebagai antisipasi, pemerintah Maroko harus menempatkan pasukan keamanan dengan status siaga tinggi setelah mendapatkan laporan intelejen akan adanya ancaman terorisme yang mungkin akan melanda negaranya saat menerima eks-militan ISIS ini kembali.

Pihak berwenang Maroko mengaku telah berhasil membongkar komplotan / sindikat terorisme yang selama ini telah mengirim militan untuk bertempur di Suriah dan Irak.

Akibat badai terorisme di Suriah, 160.000 orang dilaporkan tewas, dan jutaan rakyatnya terpaksa mengungsi.

Sedangkan di Irak, selain membunuhi rakyat sipil dan tentara, kelompok teroris ini juga menghancurkan berbagai tempat  peribadatan seperti masjid dan gereja. Tak ketinggalan, mereka juga merusakkan makam Nabi dan  orang-orang sholeh. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL