AUMogadishu, LiputanIslam.com – Sebuah bom mobil telah menghantam misi Uni-Afrika untuk Somalia (AMISOM) di area pos pemeriksaan, tepat di luar ibukota Mogadhishu perbatasan dengan kota Afgoye, Minggu (17/3).

Seorang saksi mata, Abdullahi Muhammad yang juga seorang tentara Somalia menuturkan pada AFP bahwa jumlah korban belum bisa dipastikan.

“Ada ledakan besar di area Alamada, kami belum tahu mengenai siapa saja korban yang jatuh, namun saya melihat ambulans militer bergegas ke tempat kejadian,” ucapnya.

Pejabat militer Somalia membenarkan adanya serangan tersebut, namun belum mau dimintai keterangan tentang jumlah korban. Sedangkan kelompok teroris al-Shabab mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut dan mengatakan bahwa mereka telah menewaskan 7 orang.

Para pejuang al-Shabab telah berhasil diusir keluar ibukota dan kota-kota besar Somalia lainnya, oleh AMISOM yang terdiri dari gabungan pasukan Uganda, Burundi, Djibouti, Sierra Leone dan Kenya. Diusir dari kota, pejuang al-Shabab masih menguasai wilayah-wilayah pedesaan di Somalia selatan dan tetap melancarkan serangan terhadap pasukan-pasukan tentara asing di negeri tersebut.

Di bulan Februari, badan PBB untuk para pengungsi (UNHCR) menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya jumlah pengungsi di Somalia yang terusir paksa dari negaranya karena kekerasan yang terjadi akibat bentrokan antara pemerintah dan pemberontak al-Shabab.

Menurut PBB, hampir 60.000 warga Somalia juga terpaksa mengungsi ke wilayah selatan dan tengah negara tersebut pada tahun lalu.

Somalia sendiri tidak memiliki pemerintah pusat yang efektif sejak tahun 1991 hingga Agustus 2012. Pada bulan September 2012, sidang parlemen di Mogadishu memilih Hassan Sheikh Mohamud sebagai presiden baru Somalia dengan suAara mayoritas.(lb/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:
Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*