Violence in Iraq

Sumber foto: Al-Manar

Sadr, LiputanIslam.com — Kepolisian Irak mengatakan ada  14 orang tewas dalam lima ledakan bom mobil teroris yang mengguncang kota Sadr,  pada hari Rabu (5/3). Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut yang lebih detail tentang serangan tersebut.

Menurut sumber-sumber yang berhasil digali oleh Al-Manar, disebutkan bahwa sebuah konferensi anti-terorisme internasional dijadwalkan akan diselenggarakan di Baghdad pada tanggal 12 dan 13 Maret, dengan mengundang negara-negara dunia, termasuk negara-negara Arab dan perwakilan dari PBB.

Konferensi anti-terorisme tersebut rencananya akan membahas kerjasama antar negara dalam bidang keamanan dan intelijen, untuk bersama-sama memerangi terorisme. Sebelumnya, Perdana Menteri Irak, Nouri al-Maliki, dikabarkan berkali-kali  menyerukan  konferensi internasional untuk memerangi terorisme. Pernyataannya ini dianggap merupakan reaksi atas upaya yang dilakukan teroris al-Qaeda dan affiliasinya yang tengah berusaha mengeksploitasi kekacauan dunia Arab untuk memaksakan agendanya.

Dengan mengejutkan Arab Saudi pun  merilis pernyataan pada hari Senin (3/1), “Kerajaan Arab Saudi mengutuk segala bentuk terorisme dalam wujud apapun.” Agak kontradiksi dengan realita yang terjadi dimana Arab Saudi, merupakan negara yang paling banyak mendukung kegiatan terorisme di kawasan. Sebelumnya, Perdana Menteri Irak al-Maliki juga menuduh bahwa Saudi merupakan negara yang membiayai kelompok Islam radikal di negaranya. Sedangkan untuk Suriah, bersama negara-negara Teluk dan Barat, Saudi tidak pernah berhenti mendukung kelompok teroris dengan dananya yang melimpah. (LiputanIslam.com/al-manar/af)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*