Boko-Haram-holding-kidnapped-French-priestAbuja, LiputanIslam.com — Abuja, LiputanIslam.com — Setelah hampir 3 minggu Amerika menawarkan bantuan kepada pemerintah Nigeria untuk mencari korban penculikan Boko Haram, akhirnya pemerintah Nigeria menerima tawaran tersebut. Media AS CBC melaporkan hari ini (8/5) bahwa Amerika telah mengirimkan tim ahli di bidang militer, inteligen dan penegakan hukum ke Nigeria.

Tim tersebut akan memberikan bantuan inteligen serta penyelidikan kepada aparat keamanan Nigeria untuk menemukan ratusan pelajar yang diculik kelompok ekstremis Boko Haram bulan lalu.

Presiden Barack Obama sendiri hari Selasa (6/5) telah memberikan komentarnya tentang aksi penculikan tersebut, menyusul pernyataan Boko Haram yang hendak menjual para tawanan sebagai budak.

“Anda telah melihat organisasi teroris paling jahat, Boko Haram di Nigeria,” kata Obama kepada ABC News.

Menurut Obama penculikan massal oleh Boko Haram telah mendorong masyarakat internasional untuk memobilisasi diri melawan organisasi teroris Boko Haram. Amerika sendiri telah lama memasukkan Boko Haram sebagai organisasi teroris.

Jubir Gedung Putih Jay Carney telah mengatakan bahwa bantuan Amerika tidak dalam bentuk pasukan bersenjata, namun Los Angeles Times pada bulan Maret lalu melaporkan bahwa Amerika telah mengirimkan sejumlah tentara untuk membantu Nigeria membentuk pasukan khusus anti-teroris. Laporan itu juga menyebutkan pesawat-pesawat tanpa awak Amerika telah sering menjelajahi Nigeria.

Di sisi lain, pemerintah Nigeria menyatakan ratusan orang telah terbunuh selama proses penyelamatan lebih dari 200 siswi sekolah yang diculik kelompok Boko Haram di sebelah timur laut Nigeria bulan lalu. Serangan mematikan terakhir kelompok Boko Haram terjadi pada Rabu (7/5), dengan sasaran kota Gamboru Ngala yang berada di perbatasan dengan Kamerun. Di kota ini, pekan lalu, Boko Haram menghancurkan sejumlah gedung dan menembaki warga sipil yang berusaha melarikan diri.

Senator setempat, Ahmed Zanna, mengatakan serangan-serangan Boko Haram itu telah menewaskan sekitar 300 warga sipil. Menurut Zanna, kota itu tak terjaga dan ditinggalkan oleh para petugas keamanan karena seluruh pasukan militer dikerahkan ke daerah utara Lake Chad guna menyelamatkan para siswi yang diculik Boko Haram pada 14 April lalu.

Sejak beberapa waktu lalu kasus penculikan gadis-gadis remaja dari kota terpencil Chibok di wilayah timur laut Nigeria tersebut telah memicu kecaman di dalam dan luar negeri sehingga pemerintah Nigeria tertekan supaya berusaha sedapat mungkin menyelamatkan para korban penculikan. Sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Cina, telah memberikan bantuan untuk menyelamatkan korban.

Milisi Boko Haram semula menculik sebanyak 276 gadis remaja, tapi kemudian 53 diantaranya berhasil kabur. Dalam kasus terbaru, Boko Haram juga menculik sedikitnya 11 gadis di kawasan Gwoza di timur laut negara bagian Borno.

Peristiwa penculikan ini tak pelak mendapatkan kritik tajam dari dalam negeri Nigeria, termasuk dari para aktivis dan orang tua siswa korban penculikan. Mereka juga mengecam operasi militer Nigeria yang dianggap tidak memadai untuk menyelamatkan para tawanan.

Selain meminta bantuan internasional, Presiden Nigeria Goodluck Jonathan bersumpah akan mengejar para pelaku penculikan, khususnya setelah pimpinan Boko Haram, Abubakar Shekau, menyatakan dalam siaran video bahwa mereka akan menjual para siswi tersebut sebagai budak.

Pemerintah Nigeria telah menyediakan hadiah $300 ribu atau sekitar Rp 3,48 miliar bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi keberadaan para siswi yang diculik.(ca/tempo.co/bbc/cbc/la times)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL