boko haram2Waza, LiputanIslam.com — Seorang prajurit Kamerun tewas dan 10 orang warga negara Cina dikabarkan hilang setelah kelompok teroris Boko Haram menyerang sebuah perusahaan Cina di Kamerun. Demikian keterangan para pejabat Cina, AS dan Perancis, Sabtu (17/5).

Menurut keterangan pejabat Kedubes Cina di ibukota Kamerun, Yaounde, Lu Quinjiang, belum ada informasi lebih detil tentang keberadaan 10 warga Cina tersebut. Namun seorang warga Cina yang terluka dalam serangan yang terjadi Jumat malam (16/5) itu kini dirawat oleh tim medis Cina di ibukota Chad N’Djamena, kata Lu.

Presiden Perancis François Hollande pun menyebut serangan itu saat memimpin pertemuan keamanan internasional yang membahas Boko Haram, di Paris, hari Sabtu (17/5). Demikian juga Sekretaris Kemenlu AS Wendy Sherman menyebut Boko Haram sebagai pelaku serangan di wilayah Kamerun yang menjadi salah satu basis Boko Haram tersebut.

“Kamerun baru saja mengalami serangan oleh kelompok Boko Haram yang berbasis di negara tersebut atas sebuah perusahaan Cina, tadi malam,” kata Sherman dalam keterangannya hari Sabtu, sembari menyebut kelompok yang sama sebagai pelaku penculikan lebih dari 200 pelajar putri Nigeria.

Beberapa negara Afrika dan barat telah meningkatkan upaya pencarian terhadap para pelajar yang diculik, di bawah rencana baru yang dikeluarkan oleh pertemuan keamanan di Paris.

Boko Haram yang artinya adalah “pendidikan barat adalah haram”, mengklaim berjuang untuk menegakkan hukum Islam di Nigeria yang terbagi atas 2 wilayah, utara yang mayoritas Islam dan selatan yang mayoritas Kristen. Namun dalam aksi-aksinya, kelompok ini justru tidak menunjukkan sebagai pejuang Islam, melainkan teroris oportunis. Dalam beberapa tahun ini, menyusul semakin intens-nya keterlibatan Cina dalam program-program pembangunan dan investasi di Afrika, Boko Haram pun semakin intens melakukan aksi kekerasannya, hingga menimbulkan kecurigaan adanya agenda tersembunyi negara-negara AS dan sekutu-sekutunya di balik aktifitas Boko Haram.

Beberapa sumber menyebutkan, selain mendapatkan dukungan beberapa politisi lokal, Boko Haram juga mendapat dukungan dana dari sumber-sumber yang berasal dari Saudi Arabia dan Inggris.

Serangan yang terjadi Jumat malam itu ditujukan terhadap sebuah perusahaan Cina di kota Waza, beberapa kilometer dari perbatasan Nigeria. Kedubes Cina di Kamerun kini bekerjasama dengan pejabat lokal untuk mencari keberadaan 10 warga Cina yang hilang tersebut. Cina juga mendesak pemerintah Kamerun untuk meningkatkan pengamanan bagi warga dan perusahaan Cina di negara itu.

Perusahaan Cina yang diserang, Sinohydro, adalah perusahaan kontraktor yang tengah mengerjakan proyek pembangkit listrik tenaga air. Perusahaan ini juga terlibat dalam proyek pembangunan bendungan Memve’ele di selatan Kameroon sebagai bagian dari pembangunan energi listrik di Kamerun.

Tahun lalu sekelompok anggota Boko Haram melintasi perbatasan dari Nigeria dan menculik satu keluarga warga Perancis dengan 4 anak. Mereka akhirnya dibebaskan setelah membayar $3 juta dan 16 tahanan Boko Haram dibebaskan pemerintah Kamerun.(ca/cnn)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL