Somalia Al ShababAbuja, LiputanIslam.com — Kelompok teroris Boko Haram menduduki kota Chibok di timur laut Nigeria, pada hari Kamis (13/11) malam. Di kota inilah pada bulan April lalu Boko Haram menculik 200 pelajar perempuan sebuah sekolah menengah.

Kepastian jatuhnya salah satu kota penting di negara bagian Borno itu disampaikan penduduk setempat yang melarikan diri, sebagaimana dilaporkan BBC News, Jumat (14/11) petang.

Sebelumnya dalam beberapa bulan terakhir ini, kota Chibok dan desa-desa di sekitarnya sering menjadi sasaran serangan kelompok Boko Haram, meski tidak sampai mendudukinya.

Pendudukan kota Chibok ini merupakan aksi balasan Boko Haram setelah kelompok ini kehilangan kontrol atas kota Mubi, di negara bagian Adamawa sehari sebelumnya.

Sementara itu pada hari Jumat (14/11) terjadi serangan bom di sebuah pom bensin di kota Kano di utara Nigeria. Aksi menewaskan 6 orang dan melukan sejumlah orang lainnya.

Menurut keterangan senator negara bagian Borno yang membawahi kota Chibok, Ali Ndume kepada BBC, aparat keamanan yang berada di Chibok melarikan diri saat rombongan Boko Haram menyerang. Chibok adalah kota yang mayoritas penduduknya beragama Kristen.

Musa Ali, milisi lokal yang mencoba mempertahankan kota itu mengatakan bahwa Boko Haram menyerang Chibok dari 2 arah.

“Kami tidak bisa menghitung jumlah mereka karena banyaknya,” katanya.

“Semua aparat keamanan dan tentara melarikan diri dan meninggalkan kami sendirian. Mereka tidak menembakkan sebutir peluru pun ke arah Boko Haram, mereka lari begitu saja. Seluruh amunisi yang kami punyai telah habis, maka tidak ada yang bisa kami lakukan untuk mempertahnakan wilayah itu,” katanya lagi.

Sementara itu Emman Usman Shehu, aktifis “Bring Back Our Girls” yang mengkampanyekan pembebasan 200 pelajar putri kota Chibok yang diculik Boko Haram, menyesalkan sikap pemerintah yang mengabaikan peringatannya tentang kemungkinan serangan Boko Haram atas kota Chibok, yang dianggap sebagai simbol kemenangan Boko Haram.

“Seharusnya telah menjadi jelas bagi semua orang bahwa Boko Haram akan menyerang Chibok. Ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak memiliki rasa iba, empati dan perhatian,” kata Shenu kepada AFP.

Menghadapi tentara pemerintah yang gampang menyerah dalam pertempuran, Boko Haram telah mengubah taktiknya dengan melakukan serangan besar-besaran dan pendudukan atas kota-kota.

Bulan lalu Boko Haram membantah klaim pemerintah tentang terjadinya kesepakatan gencatan senjata antara pemerintah dan kelompok itu, sekaligus membantah klaim tentang pembebasan para tawanan Boko Haram, terutama 200 pelajar putri dari kota Chibok.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL