boko haram leaderAbuja, LiputanIslam.com — Kelompok teroris Boko Haram membantah klaim militer Nigeria tentang adanya gencatan senjata antara kedua pihak dan adanya kesepakatan pembebasan 200 pelajar putri yang diculik Boko Haram.

Pemimpin Boko Haram, Abubakar Shekau, mengatakan bahwa para pelajar putri itu telah berpindah keyakinan menjadi muslimah, dan telah dikawinkan sejak mula mereka diculik bulan April lalu. Demikian laporan BBC News, Sabtu (1/11).

Sebelumnya pada tanggal 17 Oktober lalu militer Nigeria mengklaim telah mengadakan gencatan senjata dengan Boko Haram serta adanya kesepakatan untuk membebaskan para pelajar putri itu. Namun, kenyataannya justru terjadi peningkatan aksi kekerasan yang dilakukan Boko Haram setelah pengumuman itu, termasuk serangan bom mematikan hari Jumat (31/10) kemarin.

Dalam rekaman video yang dirilis Boko Haram hari Jumat (31/10), Abubakar Shekau mengatakan: “Kami tidak pernah membuat kesepakatan gencatan senjata dengan siapapun. Kami tidak pernah berundingan dengan siapapun. Semua itu adalah bohong.”

Ia menyebutkan bahwa negosiasi tidak ada gunanya. Shekau juga mengklaim bahwa kelompoknya menawan seorang warga Jerman yang dipercaya sebagai pengajar. Ia diculik Boko Haram bulan Juli lalu.

BBC melaporkan, video tersebut, yang tidak bisa dikonfirmasi kapan dan dimana dibuat, menjadi tamparan keras pemerintah dan militer Nigeria. Namun ini bukan yang pertama kalinya militer Nigeria membuat klaim bohong. Beberapa waktu lalu mereka juga mengklaim telah berhasil membunuh Abubakar Shekau yang ternyata tidak terbukti.

Minggu lalu Human Rights Watch melaporkan bahwa lebih dari 500 orang gadis dan wanita muda telah ditangkap oleh Boko Haram dan pernikahan paksa telah menjadi kebiasaan bagi kelompok itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL