erionPristina, LiputanIslam.com — Seorang bocah Kosovo berumur 8 tahun yang dibawa ayahnya ke Suriah untuk ikut “berjihad”, akhirnya berhasil dikembalikan kepada ibunya di Kosovo melalui operasi inteligen. Sang bocah telah berada di Suriah selama 5 bulan.

Sebagaimana laporan BBC News, Kamis (16/10) petang, Perdana Menteri Kosovo Hashim Thaci menyebutkan bahwa aparat inteligen Kosovo telah menemukan dan menyelamatkan Erion Abazi, nama bocah tersebut, dengan bantuan inteligen Turki.

“Ini adalah operasi inteligen yang rumit dan berbahaya, setelah melalui analisis yang mendalam,” kata Thaci dalam pernyataannya tentang operasi penyelamatan itu.

Namun Thaci tidak memberikan informasi lebih detil tentang operasi itu, yang juga telah mendapat persetujuan Presiden Atifete Jahjaga.

Sekitar 200 warga Kosovo diyakini kini berada di Irak dan Suriah bertempur bersama kelompok-kelompok militan.

Pada bulan Juni lalu, ibunda sang bocah Pranvera Zena, manyampaikan permintaan kepada publik untuk mengembalikan putranya itu melalui jejaring sosial populer Facebook.

Ketika Erion masih berada di Suriah, muncul beberapa gambar di media sosial menunjukkan ia tengah menunjukkan simbol ISIS dengan jari tangannya bersama beberapa bocah lainnya. Sementara di dekatnya terdapat bendera hitam ISIS.

Sebelumnya sang ayah, Arben, telah mengatakan kepada Pranvera bahwa ia akan membawa Erion jalan-jalan ke pegunungan di Kosovo. Namun ternyata ia membawanya ke Albania, kemudian terbang dari Tirana ke Turki, sebelum akhirnya berada di Suriah.

Sepupu Pranvera mengatakan kepada BBC minggu lalu bahwa keluarga mereka hanya bisa beberapa kali berhubungan dengan Erion. Dalam sebuah percakapan Erio mengatakan sang ayah tengah berada di kamp pelatihan yang jauh.

Setelah bertemu dengan putranya di Bandara Pristina, Pranvera Zena mengatakan kepada Associated Press, “Ini seperti dalam mimpi, dan saya takut saat sadar ia ternyata tidak ada.”

Ia pun terus memeluk dan menciumi anaknya itu.

Mayoritas warga Kosovo yang berjumlah 1,8 juta jiwa adalah Muslim, namun hanya sebagian kecil saja yang memiliki idiologi “mujahidin”. Pada tahun 2008 wilayah ini menyatakan kemerdekaannya dari Serbia. Negara-negara barat mengakuinya, namun Serbia dan Rusia tidak mengakuinya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL