no2isis 1Jakarta, LiputanIslam.com — Sebanyak 300 penduduk Indonesia dilaporkan telah bergabung dengan kelompok teroris transnasional Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Hal itu disampaikan oleh Wawan Purwanto, Tim Ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

“Sebagian besar WNI yang terlibat ISIS berasal dari kelompok mahasiswa yang berusia antara 17 hingga 25 tahun,” jelas dia.

Wawan juga menyatakan jumlah WNI yang terlibat ISIS berpotensi terus bertambah, mengingat gelombang pengiriman belum berhenti hingga saat ini.

“Yang terdata warga Indonesia sudah 300 yang bergabung dengan ISIS, gelombang terakhir berangkat dari Lamongan,” kata Wawan.

Menurut Wawan, WNI yang terlibat ISIS dan berangkat ke Suriah mendapatkan modal sebesar US$1.500 untuk biaya akomodasi dan transportasi. Sasarannya, para remaja berusia antara 17-25 tahun.

Dari laporan vivanews, setelah bersedia bergabung dengan ISIS, para rekrutan asal Jawa Timur akan mendapatkan proses cuci otak yang berlangsung di kawasan Bangil, Pasuruan Jawa Timur. Setelah doktrin ISIS melekat, mereka diterbangkan ke Suriah melalui Kuala Lumpur dan Singapura. Di Suriah mereka akan mendapatkan pendidikan khusus.

Wawan menyebutkan, penanggulangan lewat sosialiasi penting dilakukan. Terutama, di kalangan mahasiswa. Sebab, mahasiswa adalah sasaran utama ISIS.

Banyaknya keterlibatan mahasiswa dan alumni perguruan tinggi dalam jaringan kelompok terorisme ini, kata dia, menunjukkan bahwa pengkajian ilmu agama masih kurang mendalam dan belum menjadi benteng dari penyebaran ideologi kelompok radikal.

“Sosialisasi ini penting untuk membentengi masyarakat dari aliran keras dan terorisme,” kata Wawan.

Propaganda Media Pro-ISIS

Seperti diketahui, selain mengadakan berbagai seminar dan deklarasi, kelompok pendukung ISIS juga aktif menyebarkan propaganda melalui media, baik itu berupa majalah, buletin, ataupun melalui media online yang bisa diakses dengan sangat mudah di internet.

Situs-situs penyebar ideologi radikal seperti Arrahmah, Voa-Islam, Shotussalam, Kiblat.net, Al-Mustaqbal, hingga hari ini masih eksis menyebarkan kebencian berbau sekterian. Situs-situs ini juga aktif mengajak kaum Muslimin untuk turut berjihad. (Baca juga: Pak Menteri, Ini Daftar Situs yang Harus Dibasmi)

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, pernah mengungkapkan niatnya untuk menindak tegas situs-situs yang meresahkan masyarakat. Namun sampai hari ini, janjinya belum terealisasi. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL