Sumber: Tribunnews

Jakarta, LiputanIslam.com — Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan fenomena angin kencang merupakan tanda-tanda peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan atau lebih dikenal sebagai masa pancaroba.

“Ciri-ciri angin kencang pada masa pancaroba pada umumnya bergerak dengan kecepatan maksimal hingga 45 kilometer per jam atau lebih, dengan sifat hempasan bergerak secara horizontal dengan durasi panjang dan bisa menimbulkan dampak kerusakan,” kata Agus melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (28/10).

Baca juga: Januari Hingga Oktober 2019, BNPB Catat 3.089 Bencana yang Akibatkan 455 Orang Meninggal

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), melihat tanda-tanda angin kencang yang sudah terjadi pada awal Oktober, maka diperkirakan periode tersebut tidak berlangsung lama seiring dengan pergantian cuaca ekstrem lainnya.

Selain masa pancaroba, faktor regional ikut berpengaruh. BMKG mencatat ada typhoon Neoguri di Samudera Pasifik sebelah utara Filipina, dan siklon tropis Bualoi di Samudera Pasifik sebelah timur Filipina. Pola angin di wilayah selatan Indonesia berarah timur-tenggara dengan kecepatan mulai dari 9-43 kilometer per jam. (Ay/Antara/Tempo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*