tki-di-batam1Jakarta, LiputanIslam.com — Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) bersama Polres Bandara Soekarno Hatta (Soetta) berhasil menggagalkan upaya pengiriman 87 Tenaga Kerja Indonesia dan Tenaga Kerja Wanita (TKI/TKW) ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Sebagaimana laporan kantor berita Antara, Sabtu (5/7), para TKI tersebut ditahan karena tidak memiliki dokumen yang sah, diantaranya paspor tidak dilengkapi dengan nama Perusahaan Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PPTKI) pengirim, dan para TKI juga tidak dapat menunjukan Kartu Tenaga Kerja luar Negeri (KTKLN).

“Pemerintah juga sudah memberlakukan moratorium atau penghentian sementara pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Uni Emirat Arab sejak tahun 2011 yang lalu, otomatis tidak ada lagi pengiriman TKI/TKW secara besar-besaran ke Timur Tengah,” kata Kepala BNP2TKI Gatot Abdullah Mansyur.

Karena itu, lanjut Gatot, kalau pun ada pengiriman TKI/TKW ke Timur Tengah itu dilakukan secara illegal, dengan memalsukan dokumen visa, yakni menggunakan visa kunjungan, selanjutnya bekerja menjadi TKI/TKW secara illegal.

Para TKI/TKW yang gagal diberangkatkan ke Abu Dhabi itu selanjutnya diamankan ke Terminal IV Bandara Soekarno Hatta, menunggu dipulangkan kembali ke daerah asal masing-masing.

Komisaris Besar Polisi Yavet Duma Parembang  selaku Kepala Pemulangan TKI/TKW terminal IV Bandara Soekarno-Hatta  semula sempat keberatan ketika Polres bandara memindahkan para TKI/TKW untuk di tampung sementara di wilayah kerjannya.

“Ini sudah kali kedua TKI/TKW illegal terdampar di terminal I.  Polres Bandara sudah berkordinasi dengan BNP2TKI, Imigrasi dan Kemnakertrans meminta kami untuk menampung sementara sambil menunggu waktu kepulangan mereka ke daerahnya masing-masing,” kata Duma.

Duma berjanji, pihaknya bersama BNP2TKI akan melayani secara  baik dengan memberikan makanan dan kebutuhan para TKI/TKW itu selama berada di penampungan Terminal IV.  “Kami sudah mencoba menghubungi pihak PT atau sponsor yang memberangkatkan TKI/TKW tapi hingga saat ini pihak PT tidak dapat ditemui apalagi dihubungi,” terang Duma.

Menurut Duma, pihaknya member batas waktu sampai hari Selasa pekan depan dpara TKI/TKW itu sudah dipulangkan ked aerah asal masing-masing. Duma juga meminta kepada para TKI/TKW untuk dapat menghubungi keluargannya, agar mereka dapat mengetahui kondisi yang sesungguhnya.

Para TKI/TKW yang diamankan di Terminal IV Bandara Soekarno Hatta itu mengaku, bahwa keberangkatan mereka di sponsori oleh beberapa perusahaan, dan bahkan mereka sempat tinggal di penampungan di daerah Kampung Rambutan, Jakarta, dengan waktu bervariasi antara 7 hari hingga I bulan menunggu keberangkatan ke Abu Dhabi.

Adapun mengenai asal daerah mereka, para TKI/TKW mengaku ada yang berasal dari Garut, Kerawang, Cianjur, Banjar, Serang (Banten), Cirebon, Sukabumi, Purwakarta, Sumbawa, Lombok (NTB), dan Tangerang (Banten).

Menurut salah seorang TKI/TKW asal Lombok, NTB menceritakan bahwa sebetulnya waktu penerbangan tinggal hitungan menit saja, tetapi karena polisi bandara cekatan maka rencana keberangkatan itu menjadi gagal. Namun, menurut dia, masih ada sekitar 6 orang kawannya yang lolos dari pemeriksaan dan jadi terbang ke Abu Dhabi.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL