kereta apiParis, LiputanIslam.com — Bila di Indonesia ada blunder bus kota karatan, di Perancis ada blunder kereta api penumpang yang terlalu lebar untuk bisa memasuki stasiun.

Operator kereta api Perancis SNCF menemukan sebanyak 2.000 kereta api baru yang dipesan dengan nilai kontrak 15 miliar euro atau senilai lebih dari Rp 200 triliun, ternyata terlalu lebar badannya sehingga tidak bisa memasuki beberapa stasiun di Perancis.

Sebagaimana dilaporkan BBC dari Paris, akibat kekeliruan yang memalukan tersebut mengakibatkan SNCF harus menanggung kerugian lebih dari 50 juta euro, atau sekitar Rp 700 miliar untuk memperlebar peron stasiun-stasiun yang sempit. Dikhawatirkan kerugian tersebut bahkan akan lebih besar lagi.

Saat ini perbaikan peron stasiun-stasiun tengah dilakukan. Namun masih ada 1.000 peron lagi yang masih harus diperbaiki.

Kesalahan tersebut terjadi karena operator kereta api lainnya, RFF memberikan data dimensi yang salah kepada SNCF. Sebagian platform stasiun kereta api di Perancis dibangun lebih dari 50 tahun yang lalu ketika kereta api umumnya masih lebih ramping.

Jubir RFF mengakui pihaknya baru menyadari terjadinya kesalahan setelah terlambat. Sementara Menteri Transportasi Frederic Cuvillier menyalahkannya pada  “sistem kereta api yang absurd”.

“Inilah yang terjadi jika kita memisahkan operator kereta api dari perusahaan kereta api,” katanya.(ca/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL